Menko PMK: Calon Jemaah Haji yang Belum Divaksin Lengkap Batal Berangkat

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 13:54 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Foto: Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan vaksinasi COVID-19 dosis lengkap menjadi salah satu syarat utama dari Arab Saudi untuk pemberangkatan jemaah haji. Pemerintah bakal mempercepat vaksinasi bagi calon jemaah haji yang belum mendapatkan vaksin.

"Minimal calon jamaah sudah vaksin dosis lengkap (2 dosis), syukur-syukur booster sudah semua. Untuk yang belum divaksinasi dosis lengkap, ya batal, tidak diberangkatkan, sampai terdaftar sudah memiliki vaksinasi lengkap," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis dari Kemenko PMK, Jumat (20/5/2022).

Muhadjir menjelaskan pemerintah sudah siap melayani para calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah menyiapkan berbagai skema keberangkatan haji, termasuk protokol kesehatan pelaksanaan haji di masa pandemi COVID-19.

"Memang masih ada juga yang belum divaksin, ada kemungkinan karena registrasi itu sekitar 17 ribu jamaah dan itu yang akan kita tuntaskan bersama Menkes. Makanya kita kebut vaksinasi dalam beberapa hari untuk calon jamaah haji," ungkap Muhadjir.

Berdasarkan data dari Kemenkes, calon jemaah haji tahun ini yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap sekitar 76 persen. Untuk syarat dan ketentuan haji lainnya, pemerintah bakal menyesuaikan dengan kebijakan Arab Saudi.

"Kita sangat tergantung dari Pemerintah Arab Saudi ya, mulai dari kuota, kemudian prosedur, termasuk protokolnya juga. Kalau protokol di dalam negeri juga teknisnya disesuaikan nanti dengan Arab Saudi. Kita sangat mengikuti maunya Pemerintah Arab Saudi, wong kita tamu kok," ujar Muhadjir.

Sejauh ini tercatat ada tiga syarat perjalanan haji yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi yaitu syarat vaksinasi COVID-19 minimal vaksin lengkap, PCR 72 jam sebelum keberangkatan dan syarat maksimal umur di bawah 65 tahun.

"Kemarin sempat dibahas dengan Presiden , kalau nanti mereka harus PCR itu apakah nanti disini atau di Arab Saudi, tinggal pelaksanaan teknisnya saja. Selebihnya sudah kita persiapkan," ujar Muhadjir.

(knv/fjp)