PSI Usul Revisi Perda-Tambah Sanksi demi Cegah Truk Buang Tinja Sembarangan

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 06:50 WIB
Anggara Wicitra Sastroamidjojo
Anggara Wicitra (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Satu unit truk limbah kepergok membuang tinja di selokan di daerah Matraman, Jakarta Timur. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan Perda yang mengatur sanksi bagi pembuang limbah sembarangan direvisi.

"Saya mengusulkan agar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dapat ditinjau kembali. Apabila memang perlu dilakukan revisi, bisa dimasukkan ke Propemperda di Tahun 2023. Hal ini mengingat karena aturan tersebut sudah lebih 15 tahun. Nominal denda Rp 500 ribu di tahun 2007 dan di tahun 2022 sudah berbeda besarannya, sehingga perlu ada penyesuaian-penyesuaian demi Jakarta yang lebih baik lagi," tutur Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra, ketika dihubungi, Kamis (19/5/2022).

Anggara mengatakan upaya menjaga Jakarta merupakan upaya bersama pemerintah maupun masyarakat. Di sisi lain, kata Anggara, pemerintah juga harus memberikan sosialisasi secara berkala ke semua pengelola truk pengangkut limbah tinja agar tidak membuang limbahnya sembarangan.

"Regulasi yang ada perlu dibuat lebih kuat lagi dengan pemberian reward and punishment. Untuk truk pengangkut limbah tinja yang memiliki track record bagus, bisa mendapatkan subsidi misalnya, sehingga biaya buang limbah di IPAL bisa lebih ringan," kata Anggara.

Di samping itu, Anggara juga khawatir kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi truk tinja itu membuang limbah. Dia menyebut bahaya penyakit yang timbul karena bakteri dari tinja.

"Masyarakat bisa dengan melakukan pengawasan di wilayah sekitar tempat tinggal. Hal ini dikarenakan membuang limbah tinja sembarangan, akan berdampak kepada kesehatan juga. Akan sangat berbahaya jika sumber air sampai tercemar bakteri e-coli. Akibatnya bisa hingga meninggal dunia," ujar Anggara.

Anggara menyayangkan masih ada pihak yang membuang limbah tinja sembarangan. Padahal, katanya, Jakarta telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"(PSI) meminta untuk diberikan tindakan tegas kepada oknum pelaku agar bisa memberikan efek jera serta menjadi contoh bagi yang lainnya," ujar Anggara.

Sebelumnya, rekaman sebuah truk yang kedapatan membuang tinja di Jalan Ahmad Yani, Matraman, Jakarta Timur, viral di media sosial. Truk bernomor polisi B-3053-TFA itu disebutkan membuang tinja di Jalan Ahmad Yani pada Selasa (17/5), sekitar pukul 15.30 WIB.

Tampak seseorang mengeluarkan slang yang diduga berisi tinja, kemudian slang itu dimasukkan melalui lubang dan dialirkan ke selokan di jalan tersebut.

Dinas LH DKI Jakarta mengimbau warga yang menemukan pelanggaran mengenai lingkungan agar segera melapor melalui aplikasi JAKI.

Truk tinja tersebut kini sudah didenda. Denda yang dikenakan sekitar Rp 500 ribu.

Simak video 'Pengelola Akui Pembangunan Sirkuit Formula E Jakarta Tercepat di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)