Menhub Ungkap Pentingnya Mengenal Budaya Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 20:23 WIB
Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong edukasi berlalu lintas yang baik kepada anak, terutama di usia keemasannya. Menurut Budi pendidikan sadar berlalu lintas sejak usia dini penting sebagai landasan pembangunan karakter manusia yang berkeselamatan dalam bertransportasi.

Dia berharap anak-anak Indonesia dapat memahami apa arti berlalu lintas yang baik, serta mampu memberikan contoh kepada orang-orang terdekatnya bahkan ke orang yang lebih dewasa.

"Pendidikan SALUD memanfaatkan masa emas anak-anak dengan harapan dapat memberikan pengalaman yang membekas di hatinya dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Di Seminar Nasional Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang diselenggarakan Badan Pengembangan SDM Perhubungan dalam rangka memperingati Dies Natalis Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) ke-51, Budi mengatakan perlu gerakan sadar berlalu lintas sejak dini, yang dikemas dalam format menarik dan dilakukan secara konsisten. Hal ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas.

Karena itu, ia mengajak pemangku kepentingan terkait seperti Kemendikbud Ristek, Kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, dan pemerhati anak untuk bahu-membahu meningkatkan metode pendidikan SALUD dengan format yang menarik.

"Kita bisa menggunakan cara-cara yang mengakar pada budaya dan kearifan bangsa Indonesia yang beragam, sehingga memiliki kedalaman dan dapat diterima dengan mudah bagi anak-anak," katanya.

Dia menilai untuk membangun kesadaran akan keselamatan kepada masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah. Karena meski sudah ada peraturan yang dibuat, namun terkadang sulit diterima oleh masyarakat.

"Tetapi pada masa mudik lalu kami bersama Korlantas Polri terbukti bisa melakukan edukasi dan masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah. Artinya, kolaborasi harus terus dilakukan karena tidak mungkin satu sektor bisa menyelesaikannya sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Firman Shantyabudi mengapresiasi Kemenhub yang terus konsisten melakukan upaya peningkatan keselamatan jalan. Firman menjelaskan faktor manusia berperan penting dalam menciptakan ketertiban lalu lintas.

"Untuk itu, pendidikan SALUD ini berperan penting dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas," katanya.

Melalui pendidikan SALUD, ia berharap generasi muda dapat menanamkan sikap yang menunjukkan kesadaran yang tinggi akan keselamatan berlalu lintas. Sikap tersebut di antaranya kepatuhan sebagai warga negara yang taat hukum, mengajarkan rasa tanggung jawab empati terhadap orang lain sesama pengguna jalan, memahami pentingnya keselamatan di jalan pada usianya baik sebagai penumpang, pejalan kaki, maupun pesepeda, serta mampu mengambil tindakan segera kepada petugas berwenang jika terjadi keadaan darurat di jalan raya.

Menurutnya persoalan lalu lintas bukan persoalan kecil yang harus dituntaskan, karena menjadi potret kemajuan sebuah bangsa. Diketahui berdasarkan data Korlantas Polri setiap jamnya dua orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia pada tahun 2021 tercatat ada 103.645 kejadiaan kecelakaan yang mengakibatkan 25.266 korban meninggal dunia, 10.553 korban luka berat, dan 117.913 korban luka ringan. Korban kecelakaan didominasi oleh usia produktif antara 20-49 tahun.

Diketahui, Kementerian Perhubungan memiliki program pengenalan dan pembelajaran cara berlalu lintas untuk anak-anak usia dini, yang bekerja sama dengan guru-guru sekolah yang membidangi pendidikan TK dan PAUD. Program ini diimplementasikan di berbagai daerah dan dilakukan bersama dengan pemangku kepentingan terkait. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mendorong setiap kota/kabupaten untuk memiliki Taman Lalu Lintas, yang bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan tentang gerakan SALUD.

Simak juga 'Jalan Tol Nggak Jadi Gratis saat Mudik? Ini Kata Kemenhub':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)