Pemkot Jakut Imbau Lansia dan Warga Punya Komorbid Tetap Pakai Masker

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 12:29 WIB
Presiden Joko Widodo longgarkan kebijakan penggunaan masker. Diketahui, aturan itu hanya berlaku untuk aktivitas di luar ruangan dengan kondisi tidak padat.
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker di area terbuka. Namun Pemkot Jakarta Utara (Jakut) mengimbau warga lanjut usia (lansia) dan warga yang mempunyai komorbid tetap menggunakan masker.

"Masyarakat yang memiliki gejala batuk dan pilek harus tetap menggunakan masker saat beraktivitas. Penerapan protokol kesehatan tetap harus dijaga sesuai dengan kondisi dan tempat beraktivitas masing-masing," kata Kasudin Kesehatan Kota Administrasi Jakut Yudi Dimyati dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/5/2022).

Selaras dengan imbauan Presiden Jokowi, Yudi meminta masyarakat yang berada di ruang tertutup dan menggunakan transportasi umum agar tetap memakai masker.

"Kebijakan ini merupakan salah satu bagian dari program transisi bertahap dari pandemi menuju endemi. Masyarakat yang berada di luar ruangan yang tidak padat orang diperbolehkan tidak memakai masker, namun untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik diwajibkan tetap menggunakan masker," tuturnya.

Yudi juga menyampaikan hasil sero survey situasi pandemi yang dilakukan pemerintah jelang Lebaran. Disebutkan sebanyak 99,2 persen masyarakat Jawa-Bali telah memiliki antibodi yang baik.

Selain itu, hasil pantauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menunjukkan varian baru Omicron BA2 sudah dominan di Indonesia namun tidak terjadi lonjakan kasus yang tinggi.

Meskipun data tersebut cukup baik, Yudi mengimbau masyarakat melengkapi dosis vaksinasi kedua dan ketiga. Sebab, meskipun terdapat beberapa pelonggaran, vaksinasi masih menjadi syarat bagi pelaku perjalanan luar dan dalam negeri.

"Walaupun situasi membaik, warga yang belum mendapatkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster diharapkan segera mengakses layanan vaksinasi COVID-19, seperti di puskesmas atau sentra vaksinasi yang tersedia," kata dia.

"Ini juga sudah dijadikan persyaratan bagi pelaku perjalanan luar dan dalam negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap sehingga tidak perlu melakukan tes antigen atau PCR," sambungnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.