Sindiran Legislator PDIP DKI soal Formula E: Sponsor Cuma Beri Donasi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 05:35 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak
Foto: Gilbert Simanjuntak (Dok. DPRD DKI)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menganggap Gubernur Anies Baswedan dan panitia sejak awal tidak transparan soal penyelenggaraan Formula E. Gilbert menyoroti sponsor ajang balap mobil listrik itu yang sampai saat ini belum diketahui.

"Sejak awal Gubernur dan panitia tidak transparan soal Formula E. Maka, sewaktu Wagub mengatakan bahwa penyelenggaraan Formula E pasti tidak untung, makin jelas bahwa sponsor pun sangat sulit didapat," kata Gilbert kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Menurut Gilbert bila memang ada sponsor, tentu pihak sponsor ingin ditampilkan sejak jauh hari. Dia tidak yakin sponsor Formula E berfungsi sebagaimana mestinya, dia menilai sponsor tersebut terkesan seperti donatur.

"Apabila sponsor ada, pasti sponsor tersebut sangat ingin ditampilkan jauh-jauh hari, bukan hanya 45 menit di tanggal 4 Juni. Saya tidak yakin sponsor itu berfungsi sebagai sponsor. Saya kira hanya memberi donasi," " ucap Gilbert.

"Jakpro sendiri tidak jelas profesionalisme mereka. Terkesan lebih melaksanakan tugas, bukan orang profesional, sekelas job seeker," sambung dia.

Lebih lanjut Gilbert menyampaikan sponsor Formula E perlu diumumkan ke publik. Selain untuk promosi, juga untuk menghargai adanya sponsor.

"Tentu (perlu mengumumkan sponsor) selain menghargai kalau ada sponsor, juga sebagai promosi yang diharapkan sponsor," imbuhnya.

PSI Soroti Sponsor Formula E

Seperti diketahui, tak hanya PDIP, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra juga meragukan perhelatan Formula E di Ibu Kota sudah mendapatkan sponsor. Hal ini disebabkan panitia tak kunjung membuka jumlah sponsor, padahal balapan tinggal 18 hari lagi.

"Sangat tidak logis jika sponsor sampai saat ini logonya belum dipampang. Di mana-mana sponsor itu ditukar dengan exposure dan promosi, logo pemberi sponsor dipasang di mana-mana. Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata," kata Anggara, dalam keterangannya, Selasa (17/5).

Anggara memahami panitia penyelenggara Formula E kesulitan mencari sponsor. Mengingat, kata dia, Formula E merupakan acara yang penuh ketidakjelasan.

"Kami tidak terkejut jika sponsor sulit didapatkan karena sponsor biasanya akan menginvestasikan uangnya ke acara yang jelas seluk beluknya dan memberi keuntungan kembali. Sedangkan Formula E banyak ketidakjelasan, mulai dari revisi studi kelayakan, jumlah penonton berubah-ubah, sampai mundurnya jadwal penjualan tiket. Sponsor pasti berhitung, layak atau tidak investasi di sini," ujarnya.

Simak juga video 'Panjang Sirkuit Formula E Hanya Setengah dari F1, Kok Bisa?':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/zak)