Mahfud soal Singapura Tolak UAS: Kita Tak Boleh Ikut Campur

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 16:18 WIB
Mahfud MD (Andi Saputra-detikcom)
Mahfud Md (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan tidak akan mencampuri kedaulatan Singapura yang tidak menerima masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Mahfud Md menyatakan setiap negara berdaulat berhak menentukan sikap masing-masing.

"Itu kan kebijakan atau hukum yang berlaku di Singapura. Kita tidak tahu aturannya bagaimana dan masalahnya apa. Tapi tentu kita akan mencari tahu karena kedaulatan hukum suatu negara kita tidak boleh ikut campur," kata Mahfud Md.

Hal itu disampaikan dalam 'Simposium Nasional Hukum Tata Negara: Penguatan Fungsi Kemenkumham dalam Memberikan Perlindungan dan Kepastian Hukum Melalui Layanan Ketatanegaraan'. Simposium ini digelar oleh Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN)-Kemenkumham di Nusa Dua, Bali, Rabu (18/5/2022).

"Seperti halnya Singapura nggak boleh ikut campur hukum Indonesia," ujar Mahfud Md.

Alasan Singapura Tolak UAS

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura buka suara soal alasan menolak Ustaz Abdul Somad. Kemendagri Singapura mengungkap pandangannya soal sosok UAS.

Pernyataan Kemendagri Singapura itu dirilis melalui situs resminya. Singapura awalnya menjelaskan soal kedatangan UAS di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, pada 16 Mei.

"Kementerian Dalam Negeri (MHA) memastikan bahwa Ustaz Abdul Somad Batubara (Somad) tiba di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama," demikian pernyataan Kemendagri Singapura, Selasa (17/5).

Kemendagri Singapura kemudian menjelaskan alasan menolak UAS. Khotbah UAS soal bom bunuh diri dalam konteks konflik Israel-Palestina diungkit.

"Somad dikenal sebagai penceramah ekstremis dan mengajarkan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," tulis Kemendagri Singapura.

Lihat Video: Singapura Tolak UAS, Anggota Komisi I DPR: Bentuk Kedaulatan Negara

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dwia)