Pasien Baru Banjiri RS Bantul
Jumat, 02 Jun 2006 17:36 WIB
Bantul - Meski gempa dahsyat yang melanda wilayah Bantul, Yogyakarta, sudah terjadi tujuh hari lalu, pasien Rumah Sakit Daerah (RSD) Panembahan Senopati Bantul masih terus berdatangan. Untuk hari ini saja rumah sakit terbesar di Bantul ini kedatangan 217 pasien. Namun tidak semua pasien yang datang adalah pasien rawat inap. Sebagian di antaranya merupakan pasien rawat jalan. "Sebagian lagi ada sejumlah pasien rujukan dari Puskesmas atau rumah sakit yang lebih kecil di wilayah Bantul," kata Kepala RSD Bantul dr Endang Purwanti di kantornya, Jebukan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (2/6/2006).Sejak Sabtu 27 Mei lalu, rumah sakit ini telah merawat 1.635 pasien. Namun saat ini tinggal 316 pasien. "Dari jumlah itu, 36 pasien meninggal. Terakhir pasien yang meninggal terjadi tadi malam," tambah Endang.Meski jumlah pasien di rumah sakit ini terus menurun bila dibandingkan pada hari pertama, belum semua pasien tertampung di dalam rumah sakit. Masih banyak pasien yang berada di selasar atau lorong-lorong. Hanya jika dibandingkan awal peristiwa gempa, jumlahnya jauh berkurang. Terkait dengan tenaga medis asing, Endang Purwanti mengungkapkan saat ini di RSD Bantul ada 39 orang tenaga medis asing. Mereka datang dari Singapura, Prancis dan Cina. "Tenaga mereka dimaksimalkan. Keberadaan tenaga asing ini sangat membantu dan kami maksimalkan dalam operasi dan sebagainya," ujar Endang.
(jon/)











































