Nirina Zubir Ungkap Duit Hasil Mafia Tanah Dipakai Eks ART Bisnis Frozen Food

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 15:46 WIB
Nirina Zubir Saat Jadi Saksi di Sidang Kasus Mafia Tanah
Nirina Zubir Saat Jadi Saksi di Sidang Kasus Mafia Tanah (Karin/detikcom)
Jakarta - Artis Nirina Zubir mengungkapkan uang hasil dari penjualan tanah yang dilakukan oleh mantan ART Riri Khasmita untuk membuat bisnis frozen food. Padahal, sebelumnya Riri tidak pernah memiliki bisnis tersebut.

"Jadi kami kurang mengerti cair ke mana, tapi kata kakak kami kok beberapa tahun terakhir Riri ini punya rumah di Bukittinggi, Sumatera Barat, ada tiga. Dia punya frozen food yang cabangnya nambah," ujar Nirina Zubir saat memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Selasa (17/5/2022).

Namun, Nirina tidak mengetahui pasti karena dia mendapat informasi itu dari sejumlah orang. Nirina juga menyebut aliran dana setelah penjualan aset tersebut sangat tidak wajar.

"Yang tidak wajar cara pencairannya," kata Nirina.

"Kemudian ke BCA itu pencairan dua kali masing-masing Rp 1 miliar itu Februari 2019 dan 10 Oktober 2019. Kemudian kos-kosan yang dijaminkan ke BRI itu sudah cair Rp 2,5 miliar. Kemudian kontrakan H Raisan di Bank BCA sudah keluar dana Rp 4 miliar," sambungnya.

Nirina menegaskan tidak sepersen pun dana mengalir ke rekening keluarga. Kemudian, dalam persidangan juga diketahui bahwa Riri sempat berutang sejumlah uang untuk usaha angkot.

"Dia juga pakai uang ibu saya buat usaha angkot," ucap Nirina.

Riri Bantah Pernah Jadi ART

Dari kursi terdakwa, Riri Khasmita mengaku tidak pernah bekerja dan mengaku tidak pernah menerima gaji dari keluarga Nirina Zubir. Riri mengaku dia hanya dipercaya mengurus kos, bukan dipekerjakan.

"Nggak, Yang Mulia, saya tidak pernah bekerja dan tidak digaji," kata Riri di kursi terdakwa.

"Saya tidak bekerja di sana, Yang Mulia," tegas Riri.

Riri mengatakan, meski sebagai pengurus kos-kosan, dia juga dituntut membayar setiap bulan.

"Membayar (kos). Saya membayar setiap bulan," ucapnya.

Dalam perkara ini setidaknya ada lima orang duduk sebagai terdakwa, yaitu Riri Khasmita, Edirianto, Faridah, Ina Rosalina, dan Erwin Riduan. Riri Khasmita sebelumnya merupakan orang yang dipercaya ibunda Nirina untuk menjaga usaha kos-kosannya. Edirianto adalah suami Riri Khasmita. Sedangkan tiga nama lainnya adalah sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah atau PPAT.

Kelimanya diadili dalam berkas terpisah, yaitu Riri Khasmita bersama dengan Edirianto, Faridah dengan Ina, sedangkan Erwin didakwa dalam berkas tersendiri.

Para terdakwa itu dijerat dengan melakukan pemalsuan surat hingga tindak pidana pencucian uang atau TPPU. Persidangan untuk kelimanya dilakukan dalam berkas terpisah dengan jeratan pidana Pasal 264 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 362 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (selanjutnya disebut UU TPPU).

Simak Video: Nirina Zubir Hadiri Sidang Perdana Kasus Mafia Tanah

[Gambas:Video 20detik]



(ain/zap)