Cerita Korban Gempa Pandeglang Berbulan-bulan Tinggal di Tenda Pengungsian

ADVERTISEMENT

Cerita Korban Gempa Pandeglang Berbulan-bulan Tinggal di Tenda Pengungsian

Aris Rivaldo - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 14:54 WIB
Warga Korban Gempa Tinggal di Tenda Pengungsian
Warga Korban Pandeglang Gempa Tinggal di Tenda Pengungsian (Foto: dok. Istimewa
Pandeglang -

Sudirman, salah satu warga korban gempa Pandeglang pada Januari 2022, masih harus tinggal di tenda pengungsian. Pasalnya, rumah Sudirman masuk kategori rusak berat dan belum juga ada perbaikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang mencatat ribuan rumah rusak dalam kejadian gempa bumi dengan kekuatan 6,6 magnitudo. Sebanyak 155 rumah masuk kategori rusak berat, 1.531 rusak ringan, dan 521 rusak sedang.

Sudirman (60), warga Kampung Sabrang, Desa Cibitung, Kecamatan Munjul Pandeglang, harus tinggal di tenda yang bertulisan 'Kemensos RI' bersama istri dan anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Ia bersama keluarganya hanya bisa pasrah dan berharap bantuan dari pemerintah segera terealisasi untuk pembangunan rumah baru. Untuk membangun rumah baru, dia terkendala biaya. Pasalnya, penghasilan dia sebagai buruh harian lepas hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, Sudirman mengatakan pemerintah pernah menjanjikan akan memberikan bantuan rumah. Tapi, menurutnya, sudah berbulan-bulan belum ada bantuan sama sekali.

"Sampai dengan sekarang, sudah hampir 5 bulan pasca gempa belum juga ada realisasi," katanya Selasa (17/5/22).

Sudirman mengaku rumahnya pernah didatangi oleh Dinas Sosial Pandeglang hingga Kemensos RI. Akan tetapi, menurutnya, sampai sekarang belum ada informasi kapan rumahnya bakal dibangun.

"Setelah gempa terjadi, banyak pejabat yang turun, mereka tahu kondisi rumah saya ambruk dan katanya mau dibikinkan rumah baru," ujarnya.

Saat dimintai konfirmasi oleh detikcom, Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan soal perbaikan rumah korban gempa masih dalam proses verifikasi.

"Kita masih dalam proses pengusulan ke BNPB," katanya.

(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT