Wakil Ketua MPR Beri Motivasi ke Santri di Ponpes Cirebon

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 14:40 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul fawaid mengunjungi Pondok Pesantren Dar-Al Qur'an Arjawinangun Cirebon, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, ia bersilaturahmi, mengenang masa sebagai santri, hingga memberi motivasi kepada para santri penghafal Al-Qur'an di sana.

Diketahui, pria yang akrab disapa Gus Jazil ini pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Al-Qur'an di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta.

Dalam kunjungannya pada Senin (16/5) Jazilul berpesan agar para santri sungguh-sungguh dalam mempelajari Al-Qur'an sehingga mendapatkan keberkahan.

"Dulu saya kuliah di PTIQ, mungkin ada yang bertanya kuliah di PTIQ masa depannya apa ya? Yakinlah akan mendapatkan keberkahan. Nggak usah malas-malas. Kalau adik-adik hafal Al-Qur'an, jadi hafiz, saya yakin akan mendapatkan kelipatan berkah Al-Qur'an kalau adik-adik punya kecintaan, punya komitmen kepada Al-Qur'an," tutur Ketua Ikatan Alumni PTIQ Jakarta ini dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Ia juga menyampaikan agar para santri Dar-Al-Qur'an Cirebon berbangga dan punya motivasi tinggi karena dibina oleh pakar Al-Qur'an yang memiliki gelar doktor di bidang ilmu qiraat dan pakar qiraah sab'ah Indonesia.

"Anda dibimbing langsung doktor ilmu qiraat. Gunakan kesempatan ini untuk adik-adik serius. Waktu beliau sebenarnya mahal karena orang seperti beliau, doktor ilmu qiraat ini tidak banyak," ujarnya.

Adapun guru yang dimaksud Jazilul ialah pengasuh pesantren, KH Dr Ahsin Sakho Muhammad. Dalam kunjungan ini, ia menemui Kiai Ahsin Sakho bersama Chalimatus Sa'diyah yang juga murid sekaligus rekan dosen dari Kiai Ahsin Sakho di Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta.

Jazilul menjelaskan Kiai Ahsin Sakho merupakan Rektor IIQ Jakarta dan doktor dari sebuah universitas di Madinah dengan nilai cumlaude dan pakar. Kiai Ahsin Sakho juga rutin menggelar pengajian qiraat warasy yang diikuti para guru Al-Qur'an dari wilayah Cirebon dan sekitarnya.

"Siapa di Indonesia ini doktor ilmu qiraat? Kesempatan ini adik-adik gunakan. Di Jakarta dan forum-forum MTQ nasional, Kiai Ahsin sangat dikenal. Saya juga termasuk beruntung beliau jadi penasihat dan pembina saya di Nusantara Mengaji," ungkap Jazilul.

Menurut Jazilul, semua yang bersentuhan dengan Al-Qur'an pasti mendapatkan kemuliaan. Ia mengatakan malaikat yang paling mulia adalah Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan nabi yang paling mulia adalah Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu Al-Qur'an. Kota yang paling mulia adalah Mekkah dan Madinah tempat diturunkannya Al-Qur'an dan malam yang paling mulia adalah malam Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al-Qur'an.

"Termasuk rumah yang paling mulia adalah rumah yang dipakai membaca Al-Qur'an dan orang yang paling muliai adalah orang yang mau belajar dan menghafalkan serta mengamalkan Al-Qur'an. Adik-adik ini adalah orang-orang mulia karena setiap hari selalu bersentuhan dengan Al-Qur'an," tuturnya.

Jazilul mengaku bersyukur karena bisa bertemu dengan para santri penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Dar-Al-Qur'an Cirebon ini.

"Saya terima kasih sekali dipertemukan dengan adik-adik santri yang mulia. Mudah-mudahan yang sedang menghafal Al-Qur'an diberikan kelancaran," harapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta doa kepada para santri penghafal Al-Qur'an agar bisa menjalankan tugasnya sebagai wakil ketua MPR RI dan karier di politik dengan baik.

"Saya mohon didoakan sukses, mendapatkan keberkahan Al-Qur'an dan kelancaran baik di dalam tugas maupun karier di politik. Sebab di politik itu dunia yang berbeda. Salah makhraj (pengucapan) saja, salah meletakkan sesuatu di politik itu bisa bahaya," ucap Jazilul.

"Banggalah, senanglah, dan bergembiralah menjadi santri Al-Qur'an di bawah bimbingan Kiai Ahsin. Gunakan sebaik mungkin kesempatan ini agar tidak mengecewakan Kiai Ahsin, juga orang tua, serta tidak mengecewakan ketika nanti terjun ke masyarakat kok bacaan Al-Qur'annya tidak baik," pungkasnya.

(prf/ega)