2 Korban Kasus Perdagangan Orang Terima Restitusi Rp 63,6 Juta

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 14:35 WIB
2 Korban Kasus Perdagangan Orang Terima Restitusi Rp 63,6 Juta
Penyerahan restitusi kepada korban (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Dua korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menerima restitusi yang dibebankan pada terdakwa Muhibah alias Habibah senilai total Rp 63 juta. Penyerahan restitusi itu digelar di Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Penyerahan restitusi diberikan kepada korban Ani Nurani sebesar Rp 34.669.000 dan kepada korban Nengyati sebesar Rp 28.941.150," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/5/2022).

Diketahui, terdakwa Muhibah divonis oleh hakim PN Cikarang dengan pidana penjara 4 tahun terkait kasus TPPO. Terdakwa Habibah dinilai melanggar Pasal 4 juncto Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam putusan itu, hakim mengabulkan permohonan restitusi korban Ani Nurani sebesar Rp 34.669.000 dan mengabulkan permohonan restitusi korban Nengyati sebesar Rp 28.941.150 dan terdakwa dibebankan pidana denda sebesar Rp 120 juta.

"Atas penyerahan restitusi kepada korban Ani Nurani dan korban Nengyati, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan penghargaan dan apresiasi kepada jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Cikarang, yang telah mewujudkan hak atas restitusi kepada korban dan saksi," tuturnya.

Acara penyerahan restitusi itu dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana, Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Yunan Harjaka, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana, dan Wakil Ketua LPSK Dr Iur Antonius PS Wibowo.

Acara tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola penegakan hukum yang adil dan seimbang antara penghukuman terhadap pelaku dan pemulihan hak korban kejahatan.

(yld/dhn)