KemenPPPA Minta Pelaku Penculikan 12 Anak di Bogor-Jaksel Dihukum Tegas

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 15:03 WIB
Abbi Rizal Afif (28), pelaku penculikan anak di Bogor dan Jaksel ditangkap polisi
Abbi Rizal Afif (28), pelaku penculikan anak di Bogor dan Jaksel, ditangkap polisi. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemePPPA) merespons kasus penculikan dan pencabulan terhadap 12 anak laki-laki di Bogor dan Jakarta Selatan. Pihak KemenPPPA menegaskan kasus tersebut harus diusut tuntas dan pelaku harus ditindak tegas sesuai UU yang berlaku.

"KemenPPPA memberi perhatian terhadap kasus ini karena terjadi penculikan anak disertai tindak kekerasan seksual. Kasus ini merenggut rasa aman anak bermain di ruang publik. Karena itu saya harapkan hukum yang tegas terhadap pelaku, terlebih pelakunya adalah residivis," ujar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dalam keterangannya, Minggu (15/5/2022).

Nahar mengatakan seharusnya anak bisa mendapat rasa aman ketika berada di lingkungan masyarakat, sekolah dan ruang publik mana pun. Namun peristiwa penculikan dan pencabulan yang dilakukan pelaku itu merupakan sinyal buruk bagi keamanan anak di ruang publik.

Dia menambahkan, keamanan tiap aktivitas anak di ruang publik harus terjamin dari segala tindak kekerasan dan hal-hal lain yang membahayakan anak.

"Patut diketahui, sesungguhnya, dengan dalih apa pun, anak tidak bisa dibawa oleh orang yang mengaku sebagai aparat keamanan tanpa persetujuan orang tuanya," ucap Nahar.

Dia berharap orang tua, pengelola ruang bermain anak, serta pengelola lingkungan perumahan dapat memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap anak yang melakukan aktivitas di luar rumah, baik saat bermain, rekreasi, maupun olahraga. Anak juga diminta agar tidak bermain sendirian di tempat sepi, apalagi tanpa pengawasan orang tua.

KemenPPPA melalui Deputi Perlindungan Khusus Anak telah menurunkan tim untuk mendalami informasi terkait kasus tersebut dan memastikan korban mendapat perlindungan. Tim tersebut turun untuk melakukan pemantauan terhadap korban anak dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan.

"Saat ini tim psikologi Polri dan Kementerian Sosial telah melakukan pendampingan terhadap korban. Kondisi korban diketahui cukup stabil, namun akan tetap dilakukan pendampingan untuk menjaga kondisi mentalnya," ungkapnya.

Dia dengan tegas mengatakan harus ada hukuman berat terhadap pelaku tersebut. Pelaku dapat diancam dengan pasal berlapis.

"Pelaku dapat diancam sangkaan kumulatif keduanya, yaitu Perbuatan Cabul Anak dan Penculikan Anak, sebagaimana Pasal 76E dan Pasal 76F UU 35/2014 jo Pasal 82 UU 17/2016, dan Pasal 83 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 KUHP, ditambah sepertiga, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun, denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya.

"Korban berhak mengajukan ganti kerugian dalam bentuk restitusi kepada pelaku, dan dapat dikenai pemasangan alat Pendeteksi elektronik karena korbannya lebih dari satu anak, Pengumuman Identitas Terdakwa dan Rehabilitasi," sambungnya.

Untuk diketahui, terungkap kasus penculikan 12 anak di Bogor, Jakarta, dan Tangerang Selatan. Pelaku bernama Rizal Afif (28).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan mengatakan tersangka Rizal Afif mengaku sudah menculik 12 anak di wilayah Bogor, Jakarta, dan Tangerang Selatan.

"Jadi pengakuan tersangka itu dia beroperasi mulai dari kurun waktu mulai awal bulan Ramadan. Itu dia berhasil menculik 12 orang anak dengan menggunakan modus razia masker," kata Siswo dihubungi, Jumat (13/5).

Siswo mengatakan dugaan sementara tersangka menculik bocah-bocah untuk merampas ponsel korban.

"Sasarannya itu untuk mengambil HP-nya," imbuh Siswo.

Akan tetapi hasil penyelidikan mengungkap adanya dugaan motif lain di balik aksi penculikan Rizal Afif. Tersangka Rizal Afif disebut mencabuli tiga korban di antaranya.

"Dari 12 itu, ada 3 anak yang mengalami pencabulan," ujar Siswo.

(ain/ygs)