Ratas Bareng Jokowi, Menag Jelaskan Persiapan Keberangkatan Haji 2022

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 12:56 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok istimewa)
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2022. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang turut hadir dalam rapat tersebut menjelaskan pemerintah siap melayani seluruh jemaah haji.

"Intinya bahwa pemerintah sudah siap melayani jemaah haji mulai dari berangkat sampai nanti pulang kembali di Tanah Air, kita sudah siapkan skema dari A sampai Z," kata Yaqut dalam jumpa pers seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Salah satu yang dipersiapkan pemerintah adalah syarat mengenai minimal vaksin dosis kedua bagi calon jemaah haji. Menag memastikan syarat protokol kesehatan tersebut bakal dipenuhi.

"Termasuk skema protokol kesehatan yang disyaratkan seperti harus minimal sudah vaksin lengkap, dua kali vaksin, minimal itu, dan ini harus dipenuhi oleh jemaah haji kalau pengin berangkat ke tanah suci. Dan ini sudah kita usahakan terus ikhtiarkan agar seluruh calon jemaah haji yang berangkat ke Saudi nanti sudah tervaksin sebanyak dua, atau vaksin lengkap," ujar Menag.

Syarat lain yang juga diperhatikan oleh pemerintah Indonesia adalah mengenai batas usia 65 tahun. Menag menjelaskan syarat dari Saudi itu perlu ditaati karena, jika dilanggar, akan otomatis tertolak.

"Kemudian pembatasan usia, pemerintah Saudi memberikan batasan usia di bawah 65 tahun dan ini kami pemerintah sudah tegas akan menjalankan ini, karena kalau tidak kalau lebih dari 65 tahun sistem mereka akan menolak, jadi pembatasan 65 tahun ini syarat yang ditentukan oleh pemerintah kerajaan Saudi," imbuh Menag.

Selain itu, Menag menyinggung mengenai biaya haji 2022. Menag menjelaskan mengenai perbedaan biaya perjalanan ibadah haji dan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

"Terkait dengan pembiayaan tentu nanti Pak Anggito Abimanyu yang akan menjelaskan, bahwa besaran biaya yang dibayarkan oleh jemaah atau kalau kita kenal namanya BIPIH itu biaya perjalanan ibadah haji itu biaya yg dibayarkan jemaah haji itu berbeda dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Biaya penyelenggaraan ibadah haji itu lebih besar sementara biaya yang dibayarkan jemaah itu tidak lebih besar dari biaya yang sesungguhnya diperlukan, dari mana menutup itu, nanti Pak Anggito yang akan menjelaskan, saya kira itu silakan Pak Anggito," beber Menag.

(knv/imk)