Laporan dari Singapura

Di Changi Aviation Summit, Menhub Bicara Industri Penerbangan RI Mulai Pulih

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 11:32 WIB
Menhub Budi Karya (paling kiri) saat Changi Aviation Summit di Singapura
Menhub Budi Karya (paling kiri) saat Changi Aviation Summit di Singapura (Isal/detikcom)
Singapura - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yakin industri penerbangan di Indonesia mulai pulih selepas dua tahun pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat saat mudik Lebaran 2022.

Hal ini disampaikan Budi dalam Changi Aviation Summit (CAS) di Sands Expo & Convention Centre, Singapura, Selasa (17/5/2022). Budi mulanya menceritakan bagaimana pandemi COVID-19 berdampak besar bagi perjalanan darat, laut, hingga udara di Indonesia.

"Sebagai perbandingan, sebelum pandemi, pada 2019, jumlah penumpang (pesawat) di Indonesia sudah mencapai 117 juta. Namun, sejak pandemi dimulai pada 2020, total penumpang turun signifikan menjadi 43 juta orang," ujar Budi.

Selanjutnya, pada 2021, jumlah penumpang pesawat kembali turun, yakni sekitar 35 juta orang. Dampak pandemi juga menurunkan pergerakan pesawat.

"Dari 956 ribu (jumlah pergerakan pesawat) pada 2019 menjadi hanya 464 ribu pada 2020. Selanjutnya menurun pada 2021 menjadi 368 ribu pergerakan pesawat," lanjut Budi.

Namun tahun 2022 diprediksi menjadi titik balik bagi industri penerbangan Indonesia. Budi memperkirakan akan ada 78 juta penumpang transportasi udara.

"Indonesia memprediksi bahwa pada 2022, pergerakan pesawat akan mencapai 649 ribu," ucapnya.

Ia menyebut permintaan tiket pesawat tidak pasti. Hal itu bergantung pada pelonggaran aturan COVID-19 setiap negara. Meski begitu, ia yakin tahun ini, industri penerbangan Tanah Air akan pulih.

"Saya yakin kita akan melihat pemulihan industri penerbangan (internasional). Pemulihan (industri penerbangan) kemungkinan akan terjadi pada waktu yang berbeda di setiap wilayah geografis yang berbeda," kata Budi.

"Melihat industri penerbangan di Indonesia, saya optimistis industri penerbangan kita akan pulih," sambung Budi.

Hal ini didasari karena 70 persen penumpang angkutan udara di Indonesia adalah penumpang domestik. Selain itu, penurunan laju kasus COVID-19 di Indonesia, tingginya tingkat vaksinasi, serta pelonggaran aturan-aturan terkait COVID-19 yang telah dilakukan pemerintah juga menjadi faktor yang bisa membuat industri penerbangan pulih.

"Saya percaya bahwa industri penerbangan di Indonesia akan dapat bangkit kembali dalam waktu singkat," kata Budi.

Budi juga menceritakan kesuksesan pemerintah dalam mudik Lebaran 2022. Saat mudik Lebaran, pemerintah, jelas Budi, menerima tingginya permintaan masyarakat khususnya tiket pesawat.

Budi mengungkap empat instruksinya kepada sejumlah maskapai menghadapi mudik Lebaran. Mulai optimalisasi pesawat yang ada, peningkatan frekuensi penerbangan domestik, pemanfaatan pesawat berbadan lebar untuk rute-rute penerbangan dengan permintaan tertinggi, serta peningkatan jam operasional pesawat. (isa/knv)