PBNU: Kelompok Aliran Sesat di Pasuruan Tergolong Paham Ingkar Sunah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 11:19 WIB
Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi
Gus Fahrur (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan pengikut aliran sesat di Pasuruan masuk kategori paham ingkar sunah. Kelompok ini disebut menolak hadis Rasulullah SAW untuk diamalkan.

"Kelompok yang ramai diberitakan di Pasuruan itu tergolong paham ingkar sunah, yakni kelompok yang menolak sunah atau hadis Rasulullah SAW sebagai hujah dan sumber kedua ajaran Islam yang wajib ditaati dan diamalkan," kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Gus Fahrur menjelaskan, dahulu kelompok ini pernah muncul di pengujung abad kedua atau awal abad ketiga Hijriah. Dia mengatakan penyebab para ingkar sunah menolak sunah adalah mereka tidak paham Al-Qur'an secara benar atau kesalahpahaman dalam mempelajari agama Islam.

"Sebenarnya orang yang ingkar sunah berarti dia telah mengingkari ajaran Al-Qur'an, karena Al-Qur'an mewajibkan mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Al-Qur'an mengajarkan bahwa umat Islam wajib meyakini bahwa ajaran Nabi Muhammad dalam hadis atau as-sunnah adalah berasal dari wahyu Allah," jelas Gus Fahrur.

"Allah SWT memberi petunjuk langsung kepada Nabi Muhammad sebagai rasulnya berupa larangan dan anjuran melalui wahyu, maka wajib hukumnya taat kepada Rasulullah SAW, perintah Rasul adalah perintah dari Allah larangan rasul juga merupakan larangan Allah," beber Gus Fahrur.

Gus Fahrur menyebut mereka yang tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW maka batal syahadat keislamannya. Atas hal itu, Gus Fahrur meminta agar para pelaku aliran sesat itu diberi pemahaman yang benar.

"Pelaku ajaran tersebut perlu diajak bicara, diberi pemahaman yang benar dan diminta meninggalkan ajaran tersebut oleh pihak yang berwenang," ujar dia.

Berikut ini dalil dalam Al-Qur'an yang dibeberkan Gus Fahrur:

1.
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu (Rasulullah) sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (QS Al-Fath ayat 10).

2. فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS An Nisa ayat 65)

3. مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ

"Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah." (QS Annisa 80)