PDIP Vs Demokrat Buntut Sebut Kepuasan ke SBY Tak Serendah Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 06:01 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Barometer kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) anjlok berdasarkan hasil survei teranyar. Adalah lembaga survei Indikator Politik yang merekam penurunan tersebut hingga di angka 58,1% dari semula 64,1%.

Penurunan drastis itu kemudian disorot oleh Partai Demokrat (PD). PD mengklaim tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah serendah Presiden Jokowi. Klaim itu kemudian diprotes PDI Perjuangan (PDIP).

PD Pamer Tingkat Kepuasan terhadap SBY

PD mengaku turunnya kepuasan terhadap Presiden Jokowi sesuai dengan prediksi mereka. PD menyebut pemerintah belum mengatasi masalah-masalah yang ada di masyarakat.

"Sudah diprediksi, kepuasan terus menurun karena pemerintah tidak sigap mengatasi masalah-masalah yang riil," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dihubungi, Minggu (15/5/2022).

Herzaky menilai turunnya tingkat kepuasan terhadap presiden sebesar 6% dalam waktu sebulan, perlu jadi perhatian. Angka itu dinilainya besar, terlebih biasanya lembaga survei mengumumkan tidak dalam waktu sebulan.

"Itu besar, karena biasanya tiap tiga bulan, dan hasilnya beda tipis. Tiga atau enam bulan sekali. Ini penurunan drastis, ini puncak ketidakpuasan masyarakat," katanya.

Survei ini disebutnya menjadi pengingat pemerintah. Menurut Herzaky, survei kepuasan pada Presiden SBY, yang pernah jadi Ketua Umum Partai Demokrat, tidak pernah serendah itu.

"Ini alarm, bahaya. Nggak pernah serendah itu Pak SBY. Tidak pernah serendah itu setahu saya. Harapan kami kondisi ekonomi kembali membaik," ujarnya.

Banyak hal yang disorot oleh Herzaky, salah satunya soal kegagalan pemerintah dalam mengatasi harga minyak goreng. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan larangan ekspor bahan baku minyak goreng.

"Kebijakan yang diambil menyetop ekspor sawit untuk kontrol harga, kenyataanya tidak relevan, harga minyak goreng masih tinggi, tidak turun. Padahal kebutuhan dalam negeri jauh lebih kecil dari yang diekspor. Makanya perlu ditinjau kembali," katanya.

"Petani sawit sebelumnya menikmati harga sawit tinggi di internasional, sekarang turun. Ketum kami, Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) mengecek ke lapangan, mendengar keluhan. Kebijakan ini membuat mereka tidak punya penghasilan, harganya jatuh," kata Herzaky.

Simak video 'Indikator Politik Ungkap 35% Warga Tak Puas Kinerja Jokowi, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



Simak soal tanggapan dari PDIP di halaman berikut.