Polres Jakarta Timur Sebar Anggota, Amankan Perayaan Waisak di Vihara

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 10:54 WIB
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Budi Sartono menghadiri acara waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur (Jaktim).
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono menghadiri acara Waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur (Jaktim). (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Jakarta -

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono menghadiri acara Waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur (Jaktim). Dia ingin mengecek keamanan selama ibadah Waisak berlangsung.

"Memang karena kondisi COVID yang sudah mulai menurun, dengan pertemuan offline ini nampak antusias jemaat sudah cukup banyak, tetapi tadi saya lihat memonitor pelaksanaan tetap lakukan Prokes datang tetap dicek suhu, dan ada pembatasan yang terlihat tidak terlalu rapat," tutur Budi ketika ditemui di depan vihara pada Senin (16/5/2022).

Budi menjelaskan, ada 10 vihara yang melaksanakan Waisak di Jakarta Timur. Pihaknya menerjunkan sekitar 20 personel untuk menjaga setiap vihara.

"Berdasarkan hasil data yang pihak kepolisian terima yakni terdapat 10 Vihara di Jakarta Timur, ada di Cakung, Matraman, Pasar Rebo, dan Ciracas, tergantung dari jumlah jemaat, rata-rata sih kita taruh 20 orang," ujarnya.

Dalam acara Waisak ini Budi berharap masyarakat bisa saling membantu mengamankan dan meramaikan setiap kegiatan keagamaan.

"Kita sebagai masyarakat Indonesia harus saling membantu meramaikan kegiatan agama yang ada, ini perayaan agama Buddha dan Waisak ini bagiannya, dan masyarakat saya yakin juga antusias untuk mengamankan kegiatan ini," tuturnya.

Sebelumnya Perayaan Waisak di Vihara Silaparamita tahun 2566 Buddhis Era atau 2022 Masehi dilaksanakan secara offline terbatas. Para jemaat bisa menghadiri peribadatan di vihara dengan protokol kesehatan.

Ketua Panitia Waisak 2566 Buddhis Era, Ade Suhendra, menjelaskan peribadatan secara offline kembali dilaksanakan pada tahun ini. Dua tahun sebelumnya peribadatan Waisak dilaksanakan secara online.

"Perbedaannya cukup jelas, karena di tahun kemarin itu kita masih banyak pembatasan ya, terutama dari segi tamunya sendiri, di tahun itu kita maksimal ada 60 umat, dan di tahun ini kita usahakan ada 250 umat yang hadir, tahun kemarin kita pakai live streaming YouTube," ucap Ade ketika ditemui di vihara.

Lihat video 'Air Berkah dari Umbul Jumprit Temanggung Siap Dibawa ke Candi Mendut':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)