Vihara Silaparamita Jaktim Gelar Ibadah Waisak Secara Langsung

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 10:33 WIB
Suasana ibadah waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur.
Suasana ibadah Waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Jakarta -

Vihara Silaparamita, Jakarta Timur, menggelar ibadah Waisak untuk jemaat secara langsung di lokasi. Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya, saat ibadah dilakukan secara online karena ada pengetatan untuk menangani virus Corona (COVID-19).

Perayaan Waisak di Vihara Silaparamita tahun 2566 Buddhis Era atau 2022 Masehi dilaksanakan secara offline terbatas. Para jemaat bisa menghadiri peribadatan di vihara dengan protokol kesehatan.

Pantauan detikcom pada pukul 09.06 WIB terlihat para jemaat masih berdatangan ke area vihara. Di pintu masuk, petugas mengarahkan para jemaat untuk mencuci tangan serta mengecek suhu tubuh sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke vihara.

Suasana ibadah waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur.Suasana ibadah Waisak di Vihara Silaparamita, Jakarta Timur. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)

Vihara Silaparamita menyediakan 250 bangku untuk para jemaat yang hadir merayakan ibadah Waisak. Para jemaat pun ditempatkan di lantai atas dan lantai bawah.

Ketua Panitia Waisak 2566 Buddhis Era, Ade Suhendra, menjelaskan, peribadatan secara offline kembali dilaksanakan pada tahun ini. Dua tahun sebelumnya peribadatan Waisak dilaksanakan secara online.

"Perbedaan nya cukup jelas, karena di tahun kemarin itu kita masih banyak pembatasan ya, terutama dari segi tamunya sendiri, di tahun itu kita maksimal ada 60 umat, dan di tahun ini kita usahakan ada 250 umat yang hadir, tahun kemarin kita pakai live streaming YouTube," ucap Ade ketika ditemui di vihara pada Senin (16/5).

Ade menyebutkan Waisak tahun ini bertemakan 'Dalam Cinta Kasih Kita Semua Bersaudara'. Menurutnya, tema tersebut diusung karena agama Buddha adalah agama universal yang mengajarkan semua umat adalah bersaudara.

"Karena sebenernya cinta kasih dalam agama Buddha itu kan universal, tidak mengenal bentuk tidak mengenal dia siapa pun, mau agamanya apa pun, kita mengajarkan dalam agama ini kita semua bersaudara," ungkapnya.

Ade menjelaskan rangkaian peribadatan Waisak dimulai dengan pembukaan oleh MC, prosesi membawa persembahan seperti lilin dan buah, sambutan-sambutan dan juga kebaktian. Penutup acara, para jemaat yang hadir akan mendapatkan berkah Waisak yang disediakan panitia.

Lihat video 'Air Berkah dari Umbul Jumprit Temanggung Siap Dibawa ke Candi Mendut':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)