Kemenag Gali Informasi soal Banyak Warga Langkat Murtad yang Disebut MUI

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 16 Mei 2022 09:00 WIB
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin
Foto: dok. BNPB
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mendapat informasi banyak warga Langkat, Sumatera Utara (Sumut) yang murtad atau keluar dari Islam. Kemenag akan mengecek dan mendalami kasus tersebut.

"Kami mencari informasi, menunggu informasi, minta laporan dari Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Sumut. Untuk mendapat informasi yang lebih jelas," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, saat dihubungi, Minggu (15/5/2022).

Kamaruddin tidak bisa menyampaikan banyak hal soal peristiwa tersebut. Dia masih menunggu informasi dan kelengkapan data dari Kanwil Kemenag Sumut.

"Mereka yang lebih paham kondisi real di lapangan," ujarnya.

Soal apakah kejadian tersebut merupakan masalah, Kamaruddin pun belum memberi penilaian.

"Saya belum bisa menyampaikan, detailnya, karena saya belum mendapat ril di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, MUI Sumut mendapatkan kabar soal banyaknya warga yang murtad di Langkat, Sumut. Hal ini didapatkan dari laporan yang diterima MUI Sumut. MUI mengatakan jumlah warga yang murtad itu kini makin memprihatinkan.

"Belum kita himpun (jumlah warga yang murtad), tapi datanya sangat memprihatinkan," kata Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut M Hatta kepada detikSumut, seperti dikutip Minggu (15/5).

Untuk mengatasi hal ini, menurut Hatta, pihaknya sudah berkoordinasi dengan MUI Langkat. Hatta menyebut sudah ada rapat antara MUI Sumut dan MUI Langkat untuk membahas hal itu.

"Rapat Senin (9/5) kemarin," sebut Hatta.

Awal Mula Kasus Mencuat

Ketua MUI Langkat, Dian, mengatakan kasus ini bermula ketika salah seorang warga mengaku anaknya dimurtadkan.

"Ada warga yang mengaku anaknya dimurtadkan, kronologinya sudah dibuat pihak keluarga," kata Zulkifli kepada detikSumut, Minggu (15/5/2022).

detikSumut pun mencoba menghubungi pihak keluarga dari wanita yang disebut dimurtadkan itu. Dari penelusuran detikSumut, diketahui wanita itu berinisial N berusia sekitar 30 tahun.

Pengacara keluarga N, Ade, mengatakan peristiwa ini berawal saat N pergi dari rumah beberapa waktu yang lalu. Ade mengatakan pihak keluarga sempat membuat laporan ke polisi terkait hilangnya Ade ini.

Ade mengatakan N ternyata berada di rumah seorang pria yang disebut sebagai pacarnya berinisial J. Keluarga dari N pun menghubungi keluarga J untuk menanyakan keberadaan anaknya itu.

"Si orang tua pelaku (J) ini selalu mengatakan tidak tahu, tidak berada di sini. Hingga akhirnya dapatlah info A1 (valid) si anak berada di salah satu rumah di Besitang," tutur Ade.

N dan J akhirnya menikah dengan tata cara agama di luar Islam. Ade mengatakan N kemudian mengetahui dirinya sudah beragama Kristen dari KTP yang dimilikinya. Dalam KTP itu, dituliskan agama N Kristen, namun fotonya tetap menggunakan jilbab.

"Tahunya dia pindah agama setelah mendapatkan KTP dari Dinas Dukcapil Langkat. Di situ KTPnya sudah berubah dari agama Islam ke Kristen. Anehnya fotonya pakai jilbab," tutur Ade.

"Keluar juga akta nikahnya dari dukcapil, setelah kita cek ke lurah asal korban, pihak kelurahan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pindah alamat si korban," jelasnya.

Lihat juga video 'Kode-Kode Dalam Kasus Suap Pengadaan Proyek di Kabupaten Langkat':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)