Waspada! Gelombang Tinggi di Pantai Lebak Selatan

Fathul Rizkoh - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 23:49 WIB
Suasana Pantai Bagedur di Lebak Selatan ketika gelombang tinggi. (Foto: dok. BPBD Lebak)
Foto: Suasana Pantai Bagedur di Lebak Selatan ketika gelombang tinggi. (Foto: dok. BPBD Lebak)
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mengingatkan potensi gelombang tinggi di sepanjang pantai Lebak Selatan, Banten. Potensi diprediksi akan terjadi mulai tanggal 15 hingga 17 April dengan ketinggian air mencapai 2-4 meter.

"Memang dari kemarin BMKG sudah memberikan warning kepada kita, di perairan Lebak Selatan ini menengah sampai tinggi dengan ketinggian gelombang 2-4 meter. Itu sangat berbahaya apalagi ini masih musim liburan juga," kata Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama dimintai konfirmasi, Minggu (15/5/2022).


Berdasarkan pantauan BPBD di lapangan, kata Febby, gelombang tinggi sudah terjadi sejak kemarin sore. Di beberapa pantai di Lebak Selatan, air laut sudah terlihat pasang, bahkan hingga ke area warung di pinggir pantai.

"Kita pantau di Pantai Bagedur juga pasang, di Pantai Ciantir juga tinggi (gelombang), sehingga perlu berhati-hatilah. Hasil monitor kami, hanya di Pantai Bagedur yang terdampak akibat air pasang tapi tidak sampai merusak," tuturnya.

Lebih lanjut, BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan hingga prediksi gelombang tinggi usai. Petugas seperti Balawista pun diminta untuk selalu memberikan informasi apabila terjadi sesuatu akibat fenomena ini.

"Kita monitor lagi hari Selasa (17/5) apakah rilisnya masih menengah tinggi atau rendah menengah, nanti akan kami sampaikan kembali ke pihak pengelola pantai," jelasnya.

BPBD pun mengimbau kepada para warga dan wisatawan yang hendak beraktivitas di laut maupun pantai agar lebih waspada. Bagi wisatawan juga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

"Kita khawatir, ini masih musim liburan, warga dan wisatawan agar mendengarkan arahan petugas di lapangan, jika diminta tidak mandi atau berenang di pantai yah jangan dulu," tandasnya.

(dwia/dwia)