Malam Pascagempa di Kotagede
Jumat, 02 Jun 2006 11:44 WIB
Yogyakarta - Kotagede, Yogyakarta, porak-poranda akibat guncangan gempa. Jika malam-malam sebelumnya, temaram lampu menyinari berbagai bangunan kuno di kawasan sentra industri perak ini, kini temaram lampu menyinari reruntuhan bangunan kuno itu. 75% Bangunan kuno di kawasan yang ditetapkan sebagai cagar budaya ini tak lagi berbentuk. Saat ini, bangunan-bangunan runtuh dan sudah dihancurkan. Malam di Kotagede, tak lagi aman seperti saat sebelum bencana terjadi. Menurut pengakuan beberapa warga, keamanan di Kotagede terancam, akibat banyaknya residivis yang kabarnya berkeliaran di wilayah ini. Benarkah? Semoga hanya isu. Saat malam menjelang, para pengungsi laki-laki melakukan ronda malam. Ini seperti terlihat pada Kamis (1/6/2006) malam. Hampir di setiap sudut wilayah, begitu banyak pemuda berbekal samurai untuk berjaga-jaga menghadapi penjahat yang masih berupaya memperoleh keuntungan di sela kesibukan warga Kotagede berbenah pasca bencana.Sementara di kompleks makam Raja-Raja Mataram, para abdi dalem nampak tetap tenang menghadapi musibah gempa yang melanda Yogya 27 Mei lalu. Tidak terlihat kesibukan mempersiapkan sesaji yang seringkali dilakukan sebagai tolak bala. "Selama, Kraton tidak memerintahkan kami untuk membuat sesaji, maka kami tidak berani melakukan ritual apa pun," kata seorang abdi dalem bernama Honggobudoyo yang 24 tahun telah mengabdi di kompleks makam bangsawan ini. Ketenangan terlihat dari wajah para abdi dalem yang nampak pasrah terhadap musibah ini. Menjelang pukul 20.00 WIB, beberapa orang berpakaian hitam mulai melakukan ritual doa di depan gerbang makam raja-raja Mataram. Dengan dilengkapi dupa, mereka mulai mengalunkan doa.
(asy/)











































