Survei Indikator: 73,8% Responden Puas Kinerja Pemerintah Urus Mudik 2022

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 15:32 WIB
Sejumlah kendaraan memadati ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). PT. Jasa Marga memprediksi pada Rabu (5/5) atau  H-1 penerapan larangan mudik 2021 akan ada lebih dari 130 ribu kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Lembaga Survei Indikator Politik merilis survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik selama momen Lebaran 2022. Pada survei kali ini, mayoritas responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintah terkait arus mudik akbar 2022.

Survei terbaru Indikator Politik ini dilakukan pada 5-20 Mei 2022 dengan total 1.228 responden. Sampel diambil secara acak melalui telepon seluler. Sementara margin of error survei ini 2,9% dengan tingkat kepercayaan 92%.

Responden diberi pertanyaan seberapa puas atas kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik 2022. Hasilnya, 73,8% menyatakan puas, dengan hasil sebagai berikut:

Sangat puas 12,6%
Cukup Puas 61,2%
Kurang puas 6,8%
Tidak puas sama sekali 1,1%
Tidak tahu 18,3%

"Kepuasan publik dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik selama Lebaran, mayoritas atau sekitar 73,8% itu puas dengan kinerja pemerintah, termasuk dalam hal ini Kementerian Perhubungan," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual, Minggu (15/5/2022).

Burhanuddin mengatakan ada beberapa alasan utama responden merasa puas. Dari seluruh responden yang puas, sebanyak 30 % menyatakan alasannya karena dapat merayakan Lebaran di kampung halaman. Sebanyak 27,9% menyatakan puas karena bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

"Alasan paling utama mengapa mereka puas dengan pemerintah karena bisa berlebaran di kampung halaman," kata Burhanuddin.

Sementara dari seluruh responden yang menyatakan tak puas dengan kinerja pemerintah dalam mengurus mudik, alasan terbesarnya adalah kemacetan lalu lintas di mana-mana. Disusul alasan harga-harga meningkat jauh lebih tinggi.

"Ada juga yang tidak puas kurang lebih 8% warga yang mengalami kemacetan lalu lintas di mana-mana," lanjut Burhanuddin.

Secara spesifik, Indikator Politik Indonesia juga mensurvei pandangan masyarakat terhadap kinerja kepolisian dalam mengawal mudik Lebaran 2022. Hasilnya, 77,5% responden menilai kepolisian memiliki peran signifikan dalam mengatur kelancaran arus mudik lebaran tahun ini.

Berikut hasil lengkapnya:

Sangat besar 19,7%
Cukup besar 57,8%
Sedikit 9,6%
Sangat sedikit 1,6%
Tidak tahu/tidak jawab 11,3%

(fca/gbr)