Kasus Penculikan 12 Anak di Bogor, Ini Pesan KPAI untuk Para Ortu

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 07:01 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Penculikan terjadi terhadap 12 anak di Bogor hingga Jakarta, 3 di antaranya bahkan dicabuli oleh pelaku. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan sejumlah imbauan kepada para orang tua.

Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti mengatakan mengatakan perlunya edukasi terkait pengenalan anggota keluarga kepada anak sejak usia dini. Termasuk ajaran untuk tidak mempercayai orang yang tidak dikenali.

"Mengedukasi anak-anak sejak usia dini untuk mengenali keluarganya atau bukan, dan ajarkan untuk tak mudah mempercayai orang yang tidak dikenalnya, tujuannya agar ketika dibujuk rayu oleh orang asing dia akan waspada," ujarnya.

Retno mengatakan orang tua juga harus mengajarkan anak untuk tidak memanggil anggota keluarga saat dalam bahaya. Tapi, mengucapkan kata 'tolong'.

"Ajarkan anak-anak untuk tidak memanggil ibu/mama ketika dalam bahaya, tetapi mengucapkan kata tolong, sehingga orang lain yang mendengar paham bahwa si anak dalam bahaya atau di tangan orang yang tidak bertanggungjawab," ucapnya.

Kemudian Retno juga meminta para orang tua untuk mencari petugas keamanan jika terpisah di tempat kerumunan. Sehingga menurutnya, anak dapat meminta pertolongan untuk diantar ke pusat informasi.

"Ketika anak terpisah dengan orang tuanya di keramaian atau kerumunan, ajarkan anak-anak untuk mencari orang-orang dewasa yang berseragam, misalnya polisi, satpam, SPG toko/minimarket, office boy (OB), untuk minta pertolongan atau diantar ke petugas informasi," ucapnya.

Retno juga menyarankan agar orang tua untuk memberikan kata kunci ke anak ketika tidak bisa menjemput. Dengan begitu, anak dapat mengetahui kalau orang yang menjemput merupakan suruhan orang tuanya.

"Jika anak diantar jemput ojek online atau bukan keluarganya maka biasakan gunakan kata kunci atau password ke anak, sehingga ketika si penjemput datang maka si anak bisa tanya kan passwordnya, kalau disebutkan benar maka itu penjemput yg ditugaskan ibunya," tuturnya.

Terkait kasus penculikan 12 anak, simak di halaman berikut

Simak juga 'Polisi Dalami Ibu Bunuh Anak Gegara Jerat Pinjol-Cekcok dengan Suami':

[Gambas:Video 20detik]