Karya Lukisan Anak Autis Didikan Kak Toto Terjual Seharga Rp 350 Juta!

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 18:03 WIB
Jakarta -

Sudah tidak asing di telinga, orang berkebutuhan khusus memiliki keahlian lain yang lebih kuat dibanding orang biasa. Kuncinya adalah telaten mencari tahu bakat apa yang dimiliki oleh orang itu. Tidak melulu di bidang pendidikan, acap kali talenta yang mereka miliki ada di bidang kesenian.

Tidak semua orang mampu mengenali bakat terpendam itu. Di Jakarta, ada satu orang yang terkenal mampu membaca bakat anak berkebutuhan khusus di bidang kesenian. Dia adalah adalah Timotius Suwarsito (47).

Kak Toto, sebutan akrab bagi Timotius berhasil membantu anak muridnya menggali potensi seni lukis tanpa memaksa metode serta gaya menggambar mereka. Keberhasilannya, dapat dilihat dari banyaknya lukisan karya muridnya yang dilelang dengan harga yang fantastis.

"Kalau pencapaian murid-murid sangat banyak tapi yang saya paling ingat si Emilio. Dia pameran tunggal dan harga lelang lukisannya luar biasa. Ada satu karya yang mencapai harga Rp 350 juta. Kemudian ada juga Aldi, mendapat rekor MURI karena menjadi ABK dengan karya terbanyak sepanjang tahun. Dalam setahun dia bisa melukis sebanyak 1.500 karya abstrak," jelas Kak Toto.

Berkat keberhasilannya mengantar anak-anak memijak kesuksesan di bidang seni lukis, Kak Toto pun berkesempatan untuk bertatap muka dengan 2 presiden Indonesia langsung dari dalam istana.

"Kemudian murid-murid yang lain secara kumulatif, yang mempertemukan saya dengan dua presiden. Dengan Pak SBY kita diundang ke Istana Cipanas, lalu dengan Pak Jokowi diundang ke Istana Bogor. Dua presiden ini mau melihat karya teman-teman dengan kebutuhan khusus. Semua responnya sangat bagus dan sangat bahagia, melihatnya senang kalau ternyata anak-anak ini juga bisa berprestasi," lanjutnya.

Bagi Kak Toto, mengajar anak-anak autis tidak bisa dilakukan dari arah saja. Ia mengaku butuh dukungan orang tua murid untuk menjaga dan mengarahkan bakat anaknya dengan menjaga kepercayaan diri. Ia percaya, kemampuan terbaik sang anak akan muncul seiring dengan dorongan dan kepercayaan orang tua terhadap karya anak-anak mereka.

"Saya sekarang istilahnya lebih bangga ketika orang tuanya itu bisa menerima mereka dengan karya yang mereka buat. Karena memang tugas terberat saya adalah meyakinkan orang di sekitarnya dulu bahwa ini anak-anak hebat. Ini anak-anak luar biasa, punya potensi yang luar biasa," ungkap Kak Toto.

Belasan tahun berlalu, Kak Toto percaya ada keterikatan antara dia dengan para muridnya. Kak Toto mengaku, bukan hanya muridnya saja yang menimba ilmu, sang guru pun belajar banyak dari anak-anak penyandang autis itu.

"Anak berkebutuhan khusus bagi saya adalah sahabat terbaik saya. Di masa sekarang dan mudah-mudahan sampai ke masa yang akan datang. Saya banyak belajar dari mereka, tentang kehidupan, tentang seni. Tapi yang penting saya belajar, bagaimana saya menjadi orang yang jujur dan juga merdeka," tutur Kak Toto sambil tersenyum.

Saksikan Video kisah Kak Toto selengkapnya di sini

(nis/vys)