Menteri LHK Puji Cara Bali Pakai Kearifan Lokal untuk Lestarikan Alam

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 13:09 WIB
KLHK
Foto: Dok. KLHK
Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menghadiri pentas seni ekologi 'Nuwur Kukuwung Ranu di Pura Segara Danu, Batur, Kab. Bangli, Bali. Pagelaran yang berlangsung Sabtu (14/5) itu digelar sebagai penghormatan dan pemuliaan atas keindahan Danau Batur yang menghidupi Pulau Bali.

Siti Nurbaya menilai langkah Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengemas upaya pemeliharaan dan pemulihan lingkungan, khususnya di kawasan Danau Batur, dengan pentas seni budaya sebagai langkah yang strategis. Sebab, bentang alam Indonesia memiliki keragaman yang tinggi, dan dalam pengelolaannya menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

"Oleh karenanya pendekatan budaya, seni dan festival saat ini sangat relevan. Apalagi, sudah sangat dipahami bahwa struktur sosial dan budaya Bali mampu berperan sebagai instrumen pengawasan dan kontrol, sehingga disharmoni antara pemanfaatan dan konservasi dapat ditekan seminimal mungkin," kata Siti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022).

Siti mengulas masyarakat Bali memperlihatkan cara pelestarian alam berbasis kearifan lokal yang efektif, di antaranya lewat konsep Tri Hita Karana, Tri Mandala, terasering, subak, dan Nista Mandala. Semua konsep tersebut mengarah pada pemanfaatan ruang wilayah secara berkeadilan, dengan pengawasan yang baik sehingga tercipta harmoni antara pemanfaatan dan upaya-upaya pelestarian.

"Semua elemen di Bali, telah secara nyata menyuguhkan percontohan tata kelola bentang alam (landscape management) dengan tingkat harmoni yang selalu terjaga. Menjadi percontohan penting untuk tata kelola bentang alam di wilayah tanah air Indonesia," jelasnya.

Siti menambahkan Bali juga bisa menjadi contoh dalam aktualisasi sustainable development dan implementasi Paris Agreement. Dalam kurun waktu 2019-2022 KLHK merekam hari Nyepi Bali menurunkan emisi karbon rata-rata sekitar 12-14 ribu ton CO2 ekuivalen dalam sehari.

"Bali menempatkan posisinya sebagai leading by example dalam penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan," sebut Siti.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan penyelenggaraan event ini sejalan dengan visi Kemenparekraf yang mengusung pariwisata berkelanjutan.

"Penyelenggaraan event ini luar biasa. Event-event seperti ini dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi masyarakat, membantu peluang usaha dan kerja," tutur Sandi.

Pagelaran tersebut merupakan rangkaian program Sastra Saraswati Sewana 2022 'Toya Uriping Bhuwana Usadhaning Sangaskara' atau 'Air Sumber Kehidupan dan Penyembuh Peradaban'. Selain pertunjukan seni, ditampilkan juga pameran program pelestarian Danau Batur yang dibuka sejak tanggal 13 Mei 2022. Pertunjukan seni juga diperlihatkan oleh tujuh pelukis Bali yang melakukan Live Painting.

Koordinator Kantor Staf Presiden sekaligus Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana, mengatakan gelaran ini merupakan bagian dari kampanye untuk pelestarian alam dengan sentuhan seni.

"Pentas Nuwur Kukuwung Ranu merupakan satu langkah edukatif yang dihadirkan untuk menggugah kesadaran kolektif manusia dalam menjaga lingkungan, khususnya pelestarian air," terang Ari.

Ia pun mengajak semua pihak untuk melakukan upaya konservasi air yang komprehensif, khususnya di Danau Batur. Menurutnya aksi kolektif untuk penanaman pohon dan perlindungan mata air dari berbagai pencemaran wajib dilakukan secara masif. Gerakan ini harus saling memperkuat dengan penggunaan instrumen regulatif dan penerapan law enforcement secara konsisten untuk melindungi, menyelamatkan, dan mengkonservasi lingkungan.

Hal ini pun mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang mengatakan kebijakan pelestarian alam di Bali telah dituangkan dalam produk hukum berupa peraturan Gubernur (Pergub) hingga peraturan daerah (Perda). Berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam rangka menjaga dan memperbaiki kelestarian alam, bersumber dari kearifan lokal.

(akn/ega)