Wamenag Sesalkan Hoax Gerakan Wapres Salat Jenazah-Menag Rangkul Ragil

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 15 Mei 2022 08:38 WIB
Wamenag Zainut Tauhid
Foto: Wamenag Zainut (dok. Kemenag)
Jakarta -

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi merasa ada kelompok yang ingin memframing buruk sejumlah tokoh agama seperti Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Framing buruk dilakukan dengan cara membuat editan video serta foto yang berisi fitnah kemudian diunggah di media sosial.

"Saya menengarai ada kelompok yang bertujuan melakukan proses pembusukan terhadap para tokoh agama yang kebetulan menjabat sebagai pejabat negara di masa pemerintahan Pak Jokowi dengan membuat framing negatif melalui media sosial," kata Zainut melalui keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022)


Zainut mencontohkan bentuk framing yang berisi fitnah seperti video salat jenazah Wapres Ma'ruf Amin dengan gerakan ruku dan sujud. Selain itu juga foto editan Menag Yaqut merangkul pria LGBT Ragil Mahardika.

"Contohnya viral di media sosial tentang gerakan salat jenazah yang dialamatkan kepada Wakil Presiden Bapak KH. Ma'ruf Amin dengan gerakan ruku dan sujud. Juga foto Menteri Agama Yaqut merangkul Ragil Mahardika yang viral di media sosial akhir-akhir ini," ujarnya.

"Video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. Jadi baik video wapres salat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji," lanjutnya.

Zainut mengatakan kelompok tersebut sengaja memviralkan framing yang telah mereka buat sehingga muncul berita hoax dengan tujuan memberi citra buruk. Sehingga, kata Zainut, masyarakat tidak percaya dengan pemerintah lalu timbul kebencian dan perpecahan karena adu domba.

"Kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoax dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa foto dan video memiliki tujuan jahat yakni untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada Pemerintah. Bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan perpecahan diantara sesama anak bangsa," ucapnya.


Zainut mengimbau masyarakat untuk waspada dan lebih bijak dalam bermedia sosial. Masyarakat disarankan untuk menyaring informasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan.

"Untuk hal tersebut kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada, bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah. Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Kita harus saring sebelum sharing, agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian" jelasnya.

Lebih lanjut Zainut meminta kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mempertajam pengawasan di dunia maya. Polisi diminta menindak tegas pelaku fitnah dan provokasi serta menimbulkan ujaran kebencian.

"Kepada pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo diminta untuk lebih menajamkan pengawasannya di dunia maya, dan segera menindak dengan tegas siapa pun yang sengaja menyebarkan berita palsu yang mengandung unsur provokasi, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian," mbuhnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak juga Video: Persiapan Haji 2022, Menag Yaqut Perintahkan Jajarannya Tidak Cuti Mudik

[Gambas:Video 20detik]