Jazilul Fawaid Ajak Nahdliyin Dukung Pembangunan RSNU Gresik

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 20:52 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Foto: MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengajak warga nahdliyin untuk bahu-membahu mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Gresik. Menurutnya, pembangunan RSNU Gresik merupakan cita-cita lama yang sudah saatnya diwujudkan secara bersama-sama.

"Ayo, kita selalu bangga dan berbahagia sebagai warga NU, dan mari kita wujudkan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama di Cerme, Gresik. Itu cita-cita lama. Mudah-mudahan ini terkabul sebab NU memang harus berjuang untuk punya rumah sakit," ujar Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (14/5/2022).

Ia optimistis dengan gotong royong warga nahdliyin Gresik dapat segera memiliki rumah sakit sendiri. "Langkah awal untuk membangun fisiknya ayo bareng-bareng. Sekarang sudah punya tanah, nanti saya yakin sebentar lagi bangunan akan berdiri," katanya.

Di samping pembangunan fisik RS, menurut Jazilul, hal yang harus dipersiapkan dengan matang yakni bagaimana manajemen rumah sakit nanti ketika bangunan sudah berdiri. Apalagi dia menilai selama ini NU belum memiliki kultur manajemen rumah sakit yang sangat baik.

"Tapi kita tidak boleh putus asa. Itu bagian dari rahmat Allah, kita buat rumah sakit ayo, universitas ayo, itu bagian dari perjuangan NU," tuturnya.

Saat menghadiri acara halal bihalal di Kantor MWC NU Menganti, Gresik, Jumat (13/5) kemarin, ia menjelaskan urusan kesehatan sebetulnya adalah tugas pemerintah. Hal ini telah diatur dalam undang-undang bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk menyehatkan warganya.

"Termasuk dalam hal pendidikan, itu tugas pemerintah minterno (membuat pintar) warganya. Tapi kalau nggak ada NU dan Muhammadiyah, ya nggak bisa," katanya.

Diungkapkannya, warga NU harus bersyukur dan berbangga. Karena negeri ini bisa kuat dan kokoh berkat NU.

"NU tidak hanya mengobati batuk karena sakit, tapi yang mengobati bangsa ini ya NU. Bayangkan kalau NU 'batuk' terhadap bangsa ini, bisa hancur bangsa ini kalau tiba-tiba NU tidak bilang 'NKRI harga mati', tapi bilang 'NKRI musuh kita', berat," katanya.

Karena itu menurutnya, warga NU harus berbahagia meskipun kerap kali harus melakukan iuran setiap ingin membuat kegiatan, seperti ketika ingin mendirikan rumah sakit.

Di sisi lain, Jazilul menyoroti pekerjaan rumah lain yang harus dilakukan warga nahdliyin. Yakni melakukan upaya pemberdayaan ekonomi umat. Dikatakannya, di NU banyak orang pintar, banyak pula ahli ibadah. Namun, tidak cukup banyak orang NU yang bisa dikatakan kaya secara materi.

"NU ini kurangnya cuma satu, kurang uang sehingga kalau ada pilihan politik, misalnya mau nyalon bupati, masalahnya cuma di duit. NU tidak pernah berkhianat kepada bangsa ini. Tak pernah ngomel-ngomel. NU harus dikuatkan ekonominya," tuturnya.

Kendati demikian, dia menyarankan agar memperkuat ekonomi warga NU lewat jalur pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ini tugas kita bersama-sama. Dan untuk sampai jalur itu secara cepat, tidak ada jalan lain, satu-satunya lewat jalur politik. Kalau ingin cepat mengatur negara, lewat jalur politik. Makanya, NU di setiap kontestasi politik selalu jadi rebutan," ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini juga mengajak para tokoh yang ada di NU yang ada di pemerintahan atau legislatif agar bisa membantu anak warga NU bisa melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran. Mengingat selama ini masih minim anak warga NU yang bisa melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran.

"Jarang sekali anak-anak panjenengan semua yang sekolah kedokteran. Tolong dikasih kuota khusus anak-anak NU bisa kuliah kedokteran, dibantu diberikan semacam komitmen," tandasnya.

(ncm/ega)