Pelapor Harap Ruhut Diproses: Baju Adat Kami Dipakai buat Bully Anies!

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 09:54 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat paripurna dengan agenda  mengesahkan Perppu Pilkada dan Perppu Pemda menjadi Undang-undang di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2015). Ruhut Sitompul hadir dalam rapat pengesahan perpu pilkada tersebut.
Ruhut Sitompul (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Politikus PDIP Ruhut Sitompul dipolisikan buntut postingan meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memakai pakaian adat suku Dani, Papua. Pelapor, Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan, menilai postingan Ruhut tidak etis, apalagi digunakan untuk mengolok-olok Anies.

Mega mengungkapkan alasannya melaporkan Ruhut Sitompul ke polisi. Mega menduga Ruhut mengunggah meme tersebut hanya untuk mengolok-olok Anies.

'Ruhut adalah pem-bully Anies. Ruhut meng-upload foto yang diduga editan menggunakan wajah Anies yang mengenakan pakaian adat Papua dan sebagai orang yang dengan track record pem-bully Anies, maka diduga kuat foto itu dipakai untuk mengolok-olok Anies," ujar Mega saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/5/2022).

Sebagai warga Papua, Mega keberatan dengan postingan Ruhut itu. Apalagi Ruhut menggunakan pakaian adat yang merupakan identitas Papua hanya untuk memperolok Anies.

"Sangat tidak pantas pakaian adat Papua yang begitu sakral digunakan untuk mengolok-olok. Tentu (kami keberatan) karena baju adat kami dipakai oleh Ruhut untuk mengolok-olok lawan politiknya.

Mega menyesalkan rasisme terhadap masyarakat Papua masih terus terjadi. Identitas masyarakat Papua kerap menjadi sasaran rasialis sekelompok orang.

"Nilai historis dan ingatan rasisme yang terus rakyat Papua terima membuat hal semacam ini tidak bisa dianggap remeh. Terutama dalam situasi Papua yang sedang panas karena beberapa isu yang lain, jadi semua aspek yang di-upload oleh Ruhut itu; Anies, baju adat, caption, dan track record Ruhut sebagai pem-bully Anies.

"Kalaupun dilakukan kepada selain Anies, saya akan bersikap sama," lanjutnya.

Di sisi lain, Mega menempuh jalur hukum untuk meredam kemarahan rakyat Papua.

"Kita menempuh jalur hukum untuk meredam potensi eskalasi kemarahan rakyat Papua. Semoga Rakyat Papua memaafkan," tuturnya.

Untuk itu, Mega mendesak polisi segera memproses Ruhut. Mega juga berharap tidak ada lagi rasisme terhadap masyarakat Papua.

"Maka saya meminta kepada kepolisian agar melihat masalah ini dari seluruh aspek secara holistik. Tidak ada lagi rasis bagi rakyat Papua di Indonesia, hukum harus tegak lurus," tegasnya.

Baca tanggapan Ruhut di halaman selanjutnya.

Simak Video 'Ruhut Dilaporkan Dugaan Rasis, Polda Metro Segera Periksa Saksi':

[Gambas:Video 20detik]