DLHK Pandeglang Usut Penyebab Pantai Karoeng Dipenuhi Lumpur

Aris Rivaldo - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 15:43 WIB
Pantai sepanjang 17 Km di Pagelaran- Pandeglang berwarna keruh. Air pantai berubah menjadi coklat karena dipenuhi lumpur.
Pantai di Pandeglang penuh lumpur (Foto: Aris Rivaldo})
Pandeglang - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pandeglang masih mendalami penyebab terjadinya Pantai Karoeng Pagelaran, Pandeglang, yang penuh lumpur. DLHK mengaku belum bisa memastikan penyebab banyak lumpur di pantai tersebut.

"Maksudnya perlu dicek dulu. Saya nggak bisa memastikan ada atau tidaknya, karena kita harus melakukan pembuktian. Artinya, memang semua sedimen-sedimen dari sungai tidak menutup kemungkinan larinya ke laut, itu nanti perlu ada cek juga," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Pandeglang Dyah Lukitaningsih saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (13/5/22).

Diyah mengatakan untuk sementara penyebab terjadinya lumpur di Pantai Karoeng bisa dari bawaan air sungai di sekitar pantai. Menurutnya, saat ini intensitas hujan masih tinggi di wilayah Pandeglang.

"Kalau penyebab bisa jadi hujan masih ada. Apalagi ada yang longsor atau apa kemudian masuk ke aliran sungai jadi bawaan-bawaan sungai itu muaranya ke laut lumpur atau apa yang menyebabkan air laut itu keruh karena memang ada kondisi hujan seperti itu," katanya.

Dia mengaku akan menindaklanjuti persoalan ini dengan DLHK Provinsi Banten. Menurutnya, persoalan terkait laut kewenangannya ada di provinsi.

"Kewenangannya ada di provinsi nanti kita bisa laporkan dari dinas kabupaten lapor ke dinas provinsi mereka yang mempunyai kewenangan untuk melakukan tindak lanjut," terangnya.

"Nanti kalau cek ke lapangan bisa barengan karena wilayahnya ada di Pandeglang. Jadi perlu koordinasi dulu apa yang harus dilakukan antara provinsi dan kabupaten," tambahnya

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pandeglang Winarno mengatakan air laut yang warna cokelat perlu semacam pendangkalan atau pengerukan solusinya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa OPD untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Nanti melibatkan dinas yang lain, jadi ada beberapa OPD yang kita libatkan di antaranya PUPR, Perkim, Perhubungan, sama DLHK," katanya (knv/knv)