Koalisi Indonesia Bersatu Golkar-PAN-PPP, Demokrat Ungkit Kabinet SBY

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 12:19 WIB
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Koalisi Indonesia Bersatu terbentuk seusai pertemuan para petinggi Partai Golkar, PAN, dan PPP. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut ketiga partai itu punya pengalaman bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kami menghargai dan menghormati kesepahaman yang terbangun antara Partai Golkar, PPP dan PAN. Ketiga partai ini juga punya pengalaman pernah tergabung pada koalisi yang sama dengan Partai Demokrat pada dua periode pemerintahan Pak SBY, yang menempatkan kader-kadernya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan jilid II," kata Kamhar kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Kamhar menilai ketiga partai itu memiliki kesamaan komitmen dengan Partai Demokrat, yaitu menghindari konflik pada Pemilu 2024.

"Kami memiliki kesamaan pandangan dan komitmen untuk menghindari pembelahan pada 2024 nanti agar tak hanya terbentuk dua poros yang bisa kembali memicu dan melanggengkan pembelahan di masyarakat seperti pengalaman pemilu sebelumnya. Ini selalu ditegaskan Mas Ketum AHY pada berbagai kesempatan," jelas Kamhar.

Menurut Kamhar, harus ada pembahasan lebih lanjut untuk sampai pada keputusan membentuk poros baru. Hal itu untuk menghindari terjadinya pembelahan kubu di masyarakat.

"Meskipun demikian, tentu mesti ada penjajakan dan pembicaraan lebih lanjut untuk sampai pada keputusan ikut bergabung atau membentuk poros baru" ujar Kamhar.

"Dengan tetap pada pandangan menghindari hanya terbentuknya dua poros agar tak melanggengkan pembelahan di masyarakat," sambungnya.

Lebih lanjut Kamhar berharap agar terjadi pendewasaan politik saat ini dengan menempatkan kontestasi politik sebagai kawan saat bertanding, bukan sebagai musuh. Hal itu, kata Kamhar, agar Pemilu 2024 nanti bisa berjalan secara demokratis.

"Selain itu, kita juga berharap agar terjadi pendewasaan politik dengan tidak mengeksploitasi politik identitas secara berlebihan, dan menempatkan kontestasi politik sebagai kawan bertanding, bukan sebagai musuh," tutur Kamhar.

"Cara pandang seperti ini yang mesti dipedomani agar pemilu 2024 nanti bisa berjalan secara demokratis dalam suasana yang sejuk," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Koalisi 'Bertiga Bersatu' Golkar-PAN-PPP Menuju Pemilu 2024

[Gambas:Video 20detik]