ADVERTISEMENT

Pendeta Saifuddin Belum Tertangkap, Kabareskrim Masih Koordinasi dengan AS

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 20:10 WIB
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Dok. Bareskrim Polri)
Jakarta -

Tersangka kasus penistaan agama dan ujaran kebencian Pendeta Saifuddin yang diduga berada di Amerika Serikat belum tertangkap. Polri masih melakukan koordinasi dengan AS.

"Upaya tetap dilakukan dengan infokan kepada Kedutaan AS di Indonesia bahwa data aplikasi pengajuan visanya kan ada pertanyaan apakah sudah pernah dihukum atas suatu kasus (SI pernah diputus hukuman di PN Tangerang kasus yang sama) informasinya tidak diisi dengan benar," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Dia mengatakan pihaknya lebih bersikap pasif menunggu respons Kedutaan Amerika. Dia menyebut polisi tidak memiliki wewenang hukum di luar wilayah Indonesia.

"Apalagi di Negeri Paman Sam kan tidak ada aturan yang dilanggar oleh Saifuddin Ibrahim. Kita lebih banyak pasif menunggu respons mereka, kalau kita kan nggak punya kewenangan di luar Yuridiksi wilayah Indonesia (wil kita)," lanjutnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya masih bekerja sama dengan FBI. Dia menegaskan Pendeta Saifuddin belum tertangkap.

"Masih berproses untuk upaya pemulangan tersangka melalui jalur kerja sama yang di miliki oleh Polri dengan FBI. Info dari hubinter gitu," kata Dedi.

"Belum (ditangkap) karena otoritas di AS jadi terus dikomunikasikan dengan aparat Gakkum di sana. Nanti kalau sudah ada info lagi akan disampaikan," lanjutnya.

Saifuddin Diminta Serahkan Diri

Pendeta Saifuddin Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama dan ujaran kebencian. Usut punya usut, Saifuddin ternyata menyadari dia sedang diburu polisi.

"Kami melihat Saudara SI telah menyampaikan, telah monitor tentang penanganan kasus ini," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers, Rabu (30/3).

Ramadhan mengatakan Pendeta Saifuddin Ibrahim sempat mengunggah sebuah video di YouTube yang menyebut dia sedang diburu polisi. Lebih lanjut, Polri memberikan ultimatum terhadap Saifuddin untuk segera menyerahkan diri.

"Ada postingan yang dibuat oleh Saudara SI. Jadi rekan-rekan bisa melihat dia membuat video baru yang mengatakan polisi mencari yang bersangkutan. Artinya memantau," jelas Ramadhan.

"Kami sampaikan kepada Saudara SI, tentu monitor terhadap kegiatan ini, untuk dapat mematuhi aturan hukum yang berlaku sebagai warga negara Indonesia, berani berbuat, harus berani mempertanggungjawabkan apa yang telah ia buat," imbuhnya.

Simak juga 'Polisi Koordinasi dengan Kominfo Blokir Akun YouTube Saifuddin Ibrahim':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT