Polri Telah Periksa 35 Saksi Terkait Robot Trading Viral Blast

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 17:42 WIB
Konpers Mabes (Mulia Budi/detikcom)
Konpers Mabes (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap kasus robot trading bernama Viral Blast yang bikin rugi member-nya hingga Rp 1,2 triliun. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 35 saksi.

"Total saksi yang telah dilakukan pemeriksaan untuk diambil keterangannya sampai saat ini sebanyak 35 orang," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers, Kamis (12/5/2022).

Rinciannya, saksi korban sebanyak 12 orang, saksi staf Viral Blast sebanyak 4 orang, saksi exchanger sebanyak 5 orang, saksi perusahaan transfer dana kripto sebanyak 4 orang, saksi pembelian aset sebanyak 2 orang, saksi dari Bank BCA sebanyak 1 orang, dan saksi lainnya sebanyak 7 orang.

"Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi ahli, yakni ahli pidana ahli dari Kementerian Perdagangan dan ahli dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi," kata Ramadhan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 3 tersangka, yakni RPW, ZH, dan MU. Sejumlah barang bukti telah disita, di antaranya Rp 22.945.000.000 dengan rincian Rp 20 M uang tunai dari tersangka, Rp 1,5 M dari 3 klub bola di Tanah Air, dan Rp 45 juta dari exchanger atas nama S.

"Kemudian uang tunai Rp 1,4 miliar yang merupakan DP uang (mobil) Mercy tersangka RPW dari dealer Mercy Surabaya. Selain uang tunai, ada aset sebanyak 9 unit dengan rincian mobil sebanyak 5 unit, kemudian rumah 2 unit, dan apartemen One Icon 2 unit," jelasnya.

Selanjutnya, polisi akan memeriksa beberapa ahli dari Kominfo dari tindak pidana pencucian uang.

3 Klub Bola Diperiksa

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri terus melacak aliran dana di kasus robot trading Viral Blast. Kini penyidik melakukan pemeriksaan kepada sejumlah klub sepakbola, di antaranya Persija, PS Sleman, dan Madura United.

"Yang sudah dimintai keterangan dari Persija, PS Sleman, dan Madura United," kata Kasubdit III Ditippideksus Bareskrim Polri Kombes Robertus Yohanes De Deo kepada detikcom, Jumat (15/4/2022).

De Deo mengatakan penyidik memeriksa para agen tiap klub sepakbola. Mereka dimintai konfirmasi terkait sponsorship dari Viral Blast. (isa/isa)