Waisak adalah Hari Raya Umat Buddha, Ini Serba-serbi Peringatan 16 Mei

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 17:35 WIB
MAGELANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA - MAY 18: Buddhist monks pray at Borobudur temple during celebrations for Vesak Day on May 18, 2019 in Magelang, Central Java, Indonesia. Buddhists in Indonesia celebrate Vesak at the Borobudur temple annually, which makes it the most visited tourist attraction in Indonesia. It is observed during the full moon in May or June, with the ceremony centered at three Buddhist temples by walking from Mendut to Pawon and ending at Borobudur. The stages of life of Buddhisms founder, Gautama Buddha, which are celebrated at Vesak are his birth, enlightenment to Nirvana, and his passing (Parinirvana). (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Waisak adalah Hari Raya Umat Buddha, Ini Serba-serbi Peringatan Pada 16 Mei (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Waisak adalah hari raya bagi pemeluk agama Buddha. Hari Raya Waisak 2566 BE tahun ini jatuh pada 16 Mei.

Perayaan Waisak juga ditandai dengan tanggal merah hari libur nasional. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

Berikut serba-serbi terkait Waisak yang telah dirangkum detikcom.

Mengenal Waisak

Waisak adalah Hari Raya Umat Buddha. Dilansir situs Britannica, istilah Waisak berasal dari kata Sansekerta Waishakha, Pali Vesakha. Hari Waisak sebagai peringatan kelahiran, pencerahan, dan kematian Sang Buddha, Siddharta Gautama.

Di India, Hari Waisak juga dikenal sebagai Visakah Puja atau Buddha Purnima. Di Tibet, Waisak disebut Saga Dawa. Di Malaysia dan Singapura disebut Vesak. Adapun di Thailand disebut Visakha Bucha.

Di banyak negara Asia Tenggara, Hari Waisak dijadikan sebagai hari libur nasional, termasuk di Indonesia. Hari Waisak biasanya dilakukan dengan pelayanan khusus dan berbuat kebaikan, seperti membagikan makanan atau sedekah kepada para bhikkhu (biksu) serta pelepasan burung penangkaran.

Saat Waisak, ada tiga peristiwa yang dirayakan seluruh umat Buddha di dunia. Dilansir situs Kemenag, berikut tiga peristiwa yang disebut trisuci Waisak yaitu:

  1. Lahirnya pangeran Siddharta (calon Buddha) di Taman Lumbini pada tahun 623 SM (sebelum masehi)
  2. Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 SM.
  3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 SM.

Keputusan merayakan Trisuci Waisak ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists atau WFB) yang pertama di Sri Lanka tahun 1950. Sejak saat itu, Waisak dirayakan umat Buddha seluruh dunia.

Waisak dirayakan setahun sekali. Tanggal perayaan Waisak mengalami perubahan setiap tahun karena mengacu pada bulan purnama pertama dari bulan lunar kuno Waisak, yang biasanya jatuh pada bulan Mei atau awal Juni.

Umat Buddha merayakan Waisak dengan tradisi berbeda-beda. Secara umum, umat Buddha akan pergi ke vihara terdekat dan beberapa dari mereka bahkan mungkin menetap di sana sepanjang hari untuk beribadah.

Sosok Siddharta Gautama

Istilah Waisak adalah apa kini telah diketahui. Dilansir situs History, sosok Siddharta Gautama tak bisa dilepaskan dari agama Buddha, termasuk hari raya Waisak.

Diketahui Siddharta Gautama pertama kali membawa kepercayaan Buddha sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu di India. Gautama dilahirkan dalam keluarga kaya sebagai pangeran di Nepal.

Meskipun hidupnya serba mudah, Gautama tergerak untuk membantu orang-orang yang kesusahan. Umat Buddha percaya, bahwa Gautama menemukan pencerahan saat bermeditasi di bawah pohon Bodhi.

Kehidupan Gautama dihabiskan dengan mengajarkan orang lain tentang bagaimana mencapai keadaan spiritual hidup. Kepercayaan Buddha ini paling menonjol di Asia Timur dan Tenggara, tetapi banyak juga berkembang di bagian Barat.

Waisak adalah hari raya Umat Buddha yang tahun ini jatuh pada 16 Mei mendatang. Bagaimana peringatannya di Indonesia? Simak di halaman berikut ini.