Trisuci Waisak, Mengenal Tiga Peristiwa di Balik Hari Raya Umat Buddha

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 15:26 WIB
MAGELANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA - MAY 18: Buddhist followers pray at Borobudur temple during celebrations for Vesak Day on May 18, 2019 in Magelang, Central Java, Indonesia. Buddhists in Indonesia celebrate Vesak at the Borobudur temple annually, which makes it the most visited tourist attraction in Indonesia. It is observed during the full moon in May or June, with the ceremony centered at three Buddhist temples by walking from Mendut to Pawon and ending at Borobudur. The stages of life of Buddhisms founder, Gautama Buddha, which are celebrated at Vesak are his birth, enlightenment to Nirvana, and his passing (Parinirvana). (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Trisuci Waisak, Mengenal Tiga Peristiwa di Balik Hari Raya Umat Buddha (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Trisuci Waisak adalah peristiwa penting yang melatarbelakangi perayaan Hari Waisak di agama Buddha. Hari Raya Waisak 2566 BE tahun ini jatuh pada 16 Mei 2022.

Di Indonesia, perayaan Hari Raya Waisak dipusatkan di komplek Candi Borobudur, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Umat Buddha akan melaksanakan serangkaian perayaan di hari libur nasional tersebut.

Lalu apa itu trisuci Waisak? Berikut serba-serbi ulasannya.

Trisuci Waisak

Dilansir situs Kemenag, trisuci Waisak merupakan hari suci yang dirayakan seluruh umat Buddha di dunia untuk merayakan 3 peristiwa penting, yaitu:

  1. Lahirnya pangeran Siddharta (calon Buddha) di Taman Lumbini pada tahun 623 SM (sebelum masehi)
  2. Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 SM.
  3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 SM.

Keputusan merayakan Trisuci Waisak ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists atau WFB) yang pertama di Sri Lanka tahun 1950.

Perayaan Trisuci Waisak di Indonesia

Secara nasional, perayaan Waisak dilaksanakan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Secara pokok rangkaian perayaan Waisak antara lain:

  1. Pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  2. Ritual "Pindapatta", suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/biksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.
  3. Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini adalah berdasarkan perhitungan falak, sehingga puncak purnama dapat terjadi pada siang hari.

Selain tiga upacara pokok, dilaksanakan pula pradaksina, pawai, serta acara kesenian.

Hari Raya Waisak juga merupakan hari libur nasional yang dirayakan setiap tahun. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

Perayaan Trisuci Waisak di Candi Borobudur

Candi Borobudur tahun ini menjadi pusat perayaan Hari Waisak 2566 BE. Dikutipd ari detikJateng, Koordinator Waisak 2566 BE di Candi Borobudur, Tanto S Harsono mengungkapkan perayaan Waisak 2022 diadakan kembali setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi.

"Rangkaian Waisak dimulai pada, Sabtu (7/5) dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) di seluruh Indonesia. Ya betul (dua tahun ditiadakan karena pandemi)," demikian keterangan Tanto saat dikonfirmasi, Senin (9/5/2022).

Pada acara puncak Waisak, akan diterbangkan lampion. Penerbangan lampion dilaksanakan pada Senin (16/5) mendatang.

(izt/imk)