Bupati Penajam Paser Utara Tersangka KPK Segera Diadili di PN Samarinda

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 15:05 WIB
KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Masud sebagai tersangka.
Abdul Mas'ud (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Abdul Gafur Mas'ud segera didudukkan di kursi terdakwa. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu bakal diadili terkait perbuatannya menerima suap proyek di wilayahnya.

"Hari ini telah dilaksanakan penerimaan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti oleh tim jaksa dari tim penyidik karena dari hasil pemeriksaan kelengkapan isi berkas perkara oleh tim jaksa dinyatakan terpenuhi dan lengkap," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

"Pelimpahan berkas perkara beserta surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor akan segera dilaksanakan oleh Tim Jaksa dalam waktu 14 hari kerja. Persidangan diagendakan akan berlangsung di Pengadilan Tipikor pada PN Samarinda," imbuh Ali.

Selain Abdul Gafur, ada 4 tersangka lainnya yang segera diadili, yaitu:
- Mulyadi alias MI selaku Plt Sekda Kabupaten PPU;
- Edi Hasmoro alias EH selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten;
- Jusman alias JM selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten; dan
- Nur Afifah Balqis alias NAB selaku swasta atau Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Mereka merupakan para tersangka penerima suap. Sedangkan pemberi suap, yaitu Achmad Zuhdi alias Yudi dari swasta, sudah lebih dulu duduk sebagai terdakwa.

Dalam duduk perkara, Abdul Gafur sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan atau OTT. Kala itu total uang yang disita KPK sekitar Rp 1,4 miliar.

"Seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 1 Miliar, dan rekening bank dengan saldo Rp 447 juta serta sejumlah barang belanjaan," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers, Kamis (13/1/2022).

Uang Rp 447 juta yang di dalam rekening itu ada di rekening Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB). Uang itu diduga KPK juga berasal dari rekanan proyek di PPU. (dhn/yld)