Sejarah Singkat Hardiknas, Tak Bisa Lepas dari Jasa Ki Hajar Dewantara

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 13:37 WIB
Sejarah Singkat Hardiknas, Tak Bisa Dilepaskan dari Jasa Ki Hajar Dewantara
Sejarah Singkat Hardiknas, Tak Bisa Dilepaskan dari Jasa Ki Hajar Dewantara (Foto: Logo Hardiknas 2022 (Dok,Kemdikbud))
Jakarta -

Sejarah singkat Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional perlu diketahui jelang peringatan yang dilaksanakan besok hari. Hari Pendidikan Nasional sebenarnya diperingati setiap tanggal 2 Mei, namun karena tahun ini bertepatan dengan Idul Fitri 1443 H makan peringatannya pun diundur.

Penetapan Hardiknas tak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hajar Dewantara. Tanggal 2 Mei yang kini dirayakan sebagai Hardiknas juga berdasarkan hari kelahiran sang Bapak Pendidikan Indonesia tersebut.

Berikut sejarah singkat Hardiknas hingga penetapannya dalam Surat Keputusan Presiden RI.

Sejarah Singkat Hardiknas

Dilansir situs resmi Kemdikbud, sejarah singkat Hardiknas tak bisa dilepaskan dari sosok dan perjuangan pahlawan Ki Hajar Dewantara. Pahlawan nasional dengan nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat lahir dari keluarga Ningrat di Yogyakarta pada 2 Mei 1889.

Dia dikenal berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah di masa Hindia Belanda. Saat itu, hanya anak-anak kelahiran Belanda ataupun orang kaya yang diperbolehkan sekolah.

Ki Hajar Dewantara kerap mengkritik kebijakan tersebut hingga ia diasingkan ke Belanda bersama dua tokoh lainnya, yaitu Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Ada tiga semboyan yang melekat erat dengan dunia pendidikan yang diciptakannya, yaitu:

  1. Ing ngarso sung tulodo: di depan memberi teladan
  2. Ing madyo mangun karso: di tengah memberi bimbingan
  3. Tut wuri handayani: di belakang memberi dorongan

Pasca kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia dalam kabinet pertama Republik Indonesia. Pada 1957, dia juga menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada.
Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada 28 April 1959 di Yogyakarta.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan membuatnya mendapat julukan bapak pendidikan Indonesia.

Hari kelahirannya, yaitu tanggal 2 Mei juga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional dalam Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 tertanggal 28 November 1959.

Tema Hardiknas 2022

Sejarah singkat Hardiknas kini telah diketahui. Tahun ini Kemdikbud mengangkat tema khusus pada Hardiknas 2022, yaitu "Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar".

Simak ulasan di halaman berikut ini soal peringatan Hardiknas 2022.