Mentan Sebut Daging Hewan Kena PMK Bisa Dikonsumsi, Asal Bukan yang Terinfeksi

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 19:46 WIB
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak tidak menular ke manusia. Syahrul bahkan menyebut daging hewan yang terkena PMK bisa dikonsumsi, namun ada syaratnya.

"Kepanikan itu tidak perlu terjadi karena seperti apa yang telah di sampaikan oleh berbagai pihak termasuk oleh Kementerian Kesehatan, PMK ini tidak menular kepada manusia, PMK ini tidak menular bagi manusia ini yang paling penting clue-nya," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).

Dia mengatakan ternak yang terjangkit PMK sebagian dagingnya masih aman dikonsumsi. Meski begitu, ada beberapa yang tidak bisa dikonsumsi yakni bagian tubuh hewan yang terinfeksi.

"Daging yang terkena dengan prosedur tertentu dengan pendekatan teknis, tentu ada penelitian dan lain-lain masih bisa dikonsumsi oleh manusia atau masih aman dikonsumsi," ujar Syahrul.

"Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena dengan PMK. Misalnya organ-organ tertentu, yang terkena misalnya kaki, ya tentu saja harus diamputasi dulu," imbuhnya.

Khususnya, organ dalam hewan seperti jeroan juga tidak boleh dikonsumsi. Sedangkan daging pada hewan itu masih bisa dikonsumsi.

"Jeroan nggak boleh atau mulut yang terkait dengan bibir dan lain-lain atau lidah, cuma itu yang memang tidak direkomendasi, tapi yang lain masih bisa di rekomendasi. Apa yang ingin saya sampaikan di sini bahwa dagingnya pun masih bisa di makan," tegasnya.

Syahrul mengatakan saat ini pihaknya juga melatih tenaga medis hewan untuk menangani wabah PMK. Tenaga medis itu akan mengedukasi masyarakat memilah dan memotong ternak yang terjangkit PMK agar dagingnya masih dapat dikonsumsi.

"Besok sudah ada pelatihan para tenaga medis kesehatan atau dokter kesehatan, jadi kita sekarang melakukan pelatihan untuk penanganan itu khusus untuk tenaga medisnya, agar besok akan hadir dokter-dokter yang memang secara penuh diberikan referensi terhadap penanganan dampak ini," jelasnya.