90 Korban Kebakaran Pasar Gembrong Daftar Pindah Sementara ke Rusun CBU

Antara - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 17:56 WIB
Usai kebakaran akhir Maret lalu, kawasan Pasar Gembrong bakal direvitalisasi dan akan mengedepankan konsep lingkungan yang sehat dan asri.
Permukiman yang jadi lokasi kebakaran di Pasar Gembrong akan direvitalisasi. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Warga korban kebakaran Pasar Gembrong di RW 01, Jatinegara, Jakarta Timur, antusias pindah sementara ke Rumah Susun (Rusun) Cipinang Besar Utara (CBU). Tercatat ada 90 kepala keluarga (KK) mendaftar pindah ke Rusun CBU.

"Sampai sekarang sudah ada 90 KK (kepala keluarga) yang sudah mendaftar untuk dipindah sementara ke rusun. Proses pendaftaran masih berjalan," kata Ketua RW 01 CBU, Maju Saiman Hutabarat, seperti dilansir Antara, Rabu (11/5/2022).

Yongki--sapaan akrabnya--mengatakan pemindahan sementara itu dilakukan hingga proses revitalisasi permukiman warga korban kebakaran Pasar Gembrong selesai.

200 Unit di Rusun CBU Disiapkan

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 01 Mugiharto menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim), ada 200 unit di Rusun CBU yang disediakan bagi warga korban kebakaran Pasar Gembrong.

"Kebetulan dapat jatah 200 unit (Rusun CBU). Nanti kalau memang ada sisa buat pengontrak (bisa). Kan ada yang ngambil ada yang enggak, memang enggak semua ngambil," ujar Mugiharto.

Namun, Mugiharto mengatakan saat ini belum dapat dipastikan jumlah warga yang dipindahkan sementara ke Rusun CBU. Dia mengatakan proses pendaftaran masih berlangsung.

"Kita masih proses pendaftaran, tapi mayoritas warga setuju untuk dipindahkan ke Rusun CBU. Tinggal di sana gratis yang bayar token listrik aja," tutur Mugiharto.

Harapan Revitalisasi Permukiman Pasar Gembrong

Warga korban kebakaran di Pasar Gembrong berharap ada ruang bermain untuk anak-anak dalam rencana revitalisasi permukiman.

Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Mugiharto, mengatakan di lingkungannya belum ada ruang bermain untuk anak-anak. Dia berharap ruang bermain anak dibuat pada revitalisasi permukiman.

"Harapannya kalau memang masih ada lahan yang masih dibangun buat taman bermain anak, karena di sini anak-anak banyak," kata Mugiharto.

Dia mengatakan warga Pasar Gembrong minim fasilitas ruang terbuka untuk berkumpul dan bermain yang ramah anak-anak.

Selama ini anak-anak di lingkungannya bermain di sekitar permukiman dan jalan wilayah Pasar Gembrong.

Dia berharap Pemkot Jaktim, selaku pihak yang akan merevitalisasi permukiman, menyediakan ruang bermain anak di Pasar Gembrong.

"Anak main di lingkungan masing-masing, ya di gang aja, nggak ada lapangan. Kalau nggak di teras Mushala Al Hikmah itu, kita sering ngumpul warga buat bercengkerama," ujar Mugiharto.

(jbr/jbr)