Mahasiswi di Sulsel Ngaku Laporan Pelecehan Ditolak, Polisi Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 16:13 WIB
Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan (Foto: dok. iStock)
Jakarta -

Mahasiswi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, EL (18), mengaku mengalami pelecehan seksual di bus. Menurutnya, laporan soal pelecehan itu ditolak polisi.

Kakak korban EL, FD, menceritakan pelecehan yang dialami adiknya terjadi saat naik bus Litha dari Kota Makassar menuju Toraja Utara pada Jumat (6/5). Bus sempat berhenti di Kabupaten Maros karena mogok, sehingga penumpang dialihkan ke bus lainnya.

Lanjut FD, setelah pindah ke bus yang baru, korban dan terduga pelaku duduk berdampingan. Terduga pelaku lantas melakukan aksi pelecehan seksual tersebut.

"Kami bersama korban, pelaku, dan sopir mobil (bus) sempat lapor polisi. Tapi pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Toraja Utara bilang, kalau tidak ada bukti, jangan dilaporkan. Jangan sampai pelaku keberatan dan lapor balik. Jadi kami harus lapor di mana," kata FD dilansir detikSulsel, Rabu (11/5/2022).

Polisi Membantah

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara Iptu Andi Irvan Fachri membantah menolak laporan korban EL soal dugaan pelecehan tersebut. Pihaknya hanya meminta korban menunjukkan bukti terkait dugaan pelecehan tersebut.

"Intinya, polisi tidak pernah menolak laporan dari masyarakat. Tapi pembuktian harus melalui pemeriksaan dulu," ucap Andi saat dimintai konfirmasi terpisah.

Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso mengatakan akan menindaklanjuti laporan kasus pelecehan itu.

Baca selengkapnya di sini.

Simak juga Video: Curhat Brisia Jodie Ngaku Dapat Pelecehan Seksual dari Kru TV

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idh)