PD Anggap Peringatan KSP Bentuk Sindiran Menteri Jangan Sibuk Pencapresan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 07:31 WIB
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi).
Kamhar Lakumani (Dokumentasi pribadi)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menganggap peringatan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) kepada para menteri agar patuh menjalankan agenda Presiden Jokowi sebagai bentuk sindiran. Demokrat menganggap KSP sedang menyindir para menteri yang sibuk pencapresan di Pemilu 2024.

"Pernyataan Deputi V KSP senada dengan arahan Pak Jokowi kemarin. Ini (peringatan KSP) bisa dimaknai sebagai sindiran bahwa menteri jangan sibuk memoles diri demi pencapresan, dan meminta anggota kabinet untuk tetap mengedepankan amanah yang kini sedang diemban," kata Deputi Bappilu DPP Demokrat, Kamhar Lakumani, kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Kamhar melihat peringatan yang disampaikan Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani juga bisa dimaknai hal lain. Dia menyebut peringatan KSP bisa dimaknai bahwa Presiden Jokowi sedang galau.

"Namun bisa juga dimaknai bahwa Pak Jokowi mulai galau karena satu per satu pembantunya sibuk dengan agenda masing-masing untuk persiapan menuju 2024," ucap Kamhar.

Lebih lanjut Kamhar menuturkan penurunan fokus para menteri terhadap tugas dan fungsi selalu terjadi menjelang akhir masa jabatan. Terlebih, sebut dia, Jokowi tak bisa maju jadi capres di Pemilu 2024.

"Ini memang selalu menjadi dilema pemimpin yang telah memasuki tahap akhir periode kepemimpinan, apalagi ini sudah periode kedua dan Pak Jokowi dibatasi konstitusi untuk tak bisa maju lagi. Tak hanya pembantunya, parpol koalisi pun saat ini sudah mulai lebih fokus pada sukses Pemilu 2024 bagi partainya masing-masing sebagai skala prioritas," sebutnya.

Kamhar menilai Jokowi saat ini hanya bisa berharap kepada para menteri yang tidak maju di Pilpres 2024. Namun, dia mengingatkan menteri yang tak maju di pilpres tetap memiliki kepentingan politik di 2024.

"Pak Jokowi mungkin hanya bisa berharap dari pembantunya yang bisa tetap konsisten, untuk fokus menyelesaikan tugas-tugas sebagai anggota kabinet dari yang nonpartai, atau tak akan maju pada 2024 nanti. Itu pun tak sepenuhnya lepas dari kepentingan politik untuk berafiliasi mendukung salah satu poros atau paslon nantinya untuk kepentingan politik pasca-Pemilu 2024," sebutnya.

Simak juga video 'Suara-suara Elite Soal 4 Menteri Jokowi Pengin Nyapres':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.