Pabrik Shabu Surabaya Terbongkar Gara-gara Pesta Purel

Pabrik Shabu Surabaya Terbongkar Gara-gara Pesta Purel

- detikNews
Kamis, 01 Jun 2006 14:54 WIB
Surabaya - Terungkapnya pabrik shabu-shabu di Jalan Nginden Intan Timur Timur VIII Blok E/21 Surabaya ternyata berawal dari penangkapan empat purel (wanita penghibur) yang sedang pesta narkoba di sebuah kos-kosan di kawasan Jl Diponegoro belum lama ini.Dari pengakuan purel sebuah klub malam di Tunjungan Centre diketahui jika barang haram itu berasa dari William yang diketahui sebagai kurir bisnis shabu-shabu yang diproduksi di rumah Alan Leonardo itu.Menurut Kasat Narkoba Polwiltabes Surabaya AKBP Bahagia Daichi, penggerebekan pesta narkoba purel itu juga ada salah satu warga Malaysia. "Namanya saya lupa. Tapi dia pemakai kok," kata Daichi kepada wartawan usai pengambilan barang bukti dirumah Alan, Kamis (1/6/2006).Setelah dilakukan pengembangan, polisi mengetahui jika semua shabu-shabu itu produksi Alan Leonardo. Dan kemudian, Rabu malam hingga Kamis (1/6/2006) dinihari polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan."Seorang tersangka yang diduga penyandang dana bernama Sukianto dinihari tadi juga ditangkap langsung," kata Daicihi. Dan penyandang dana lainnya bernama Handoko juga diringkus Kamis siang.Tersangka utama Alan, Handoko dan Sukianto, menyatakan baru memproduksi 6 kilogram bahan yang siap dikeringkan. "Dari 6 kilo itu jadinya hanya 3,5kilogram shabu-shabu siap pakai," terang Daichi.Tapi, kata Alan, sebanyak 3 kilogram lainnya sudah diserahkan ke Sukianto. Dan dari keterangan Sukianto, barang itu sudah dilimpahkan ke Handoko.Namun, polisi tidak percaya begitu saja. Pihaknya tetap akan mengembangkan kasus ini untuk mengetahui sejauh mana jaringan pemasarannya. "Kita terus selidiki, siapa siapa saja yang masuk jaringannya," katanya.Yang membuat kepolisian heran adalah ditemukannya pil Ephedrine HCl produksi Mega ESa Farma Jakarta yang jumlahnya mencapai 2 juta butir. Pil yang dikenal sebagai obat batuk dan asma ini dipakai sebagai bahan baku utama pembuatan shabu-shabu."Jumlah yang banyak itu kemungkinan ada kebocoran dari distributornya. Kita akan selidiki itu. Bagaimana cara mereka mendapatkannya," jelas Daichi sambil menunjukkan kemasan pil tersebut.Jadi dengan ditangkapnya Handoko, total jenderal tersangka pabrik ekstasi ini ada 9 orang. "Semuanya sampai saat ini asal Surabaya semua," imbuh Daichi. (nrl/)


Berita Terkait