Polisi Bakal Periksa Bos Tambang Emas Ilegal di Kasus Briptu Hasbudi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 14:56 WIB
Lokasi tambang emas ilegal di Bulungan, Kaltara (Dok. Istimewa)
Lokasi tambang emas ilegal di Bulungan, Kaltara (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Briptu Hasbudi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus bisnis tambang emas ilegal di Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Terkini, bos tambang emas ilegal itu akan dipanggil oleh pihak kepolisian.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 10 Mei 2022, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap H Karlan A Manessa selaku Dirut PT BTM dan H Hidayat selaku Manajer Teknik PT BTM," kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Budi mengatakan pertambangan tersebut bukan milik Briptu Hasbudi. Dia hanya menggunakan lahan tersebut untuk menjalankan bisnis tambang ilegalnya.

"Bukan milik HSB," katanya.

Briptu Hasbudi Jadi Tersangka

Sebelumnya, oknum polisi bernama Briptu Hasbudi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), diciduk atas perkara menjalankan bisnis tambang emas ilegal. Bos tambang tersebut diringkus saat berusaha menghilangkan barang bukti atas perkara yang menjeratnya.

Briptu Hasbudi ditangkap pada Kamis (5/5) sekitar pukul 12.15 Wita di Bandara Tarakan. Pelaku diamankan bersama tersangka lainnya bernama Muliadi saat berusaha melarikan diri.

"Tersangka (Briptu) Hasbudi dan Muliadi alias Adi hari ini diamankan sekitar pukul 12.15 Wita di Bandara Tarakan," ungkap Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Kamis (5/5).

Polisi Selidiki Dugaan Pengiriman Narkoba

Atas temuan dugaan bisnis pengiriman barang ilegal pada penggeledahan di rumah tersangka, pihaknya langsung turun melakukan pengecekan di Pelabuhan Malundung, Tarakan. Pasalnya, ada dugaan pengiriman barang secara ilegal, diselipkan narkoba.

"Karena ada informasi bahwa di dalam baju bekas itu ada diselipkan narkoba, sehingga kami turunkan anjing K-9 bantuan dari Bea-Cukai," urai Hendy.

Kini Briptu Hasbudi telah ditahan di Polda Kaltara guna penyelidikan lebih lanjut atas temuan-temuan pelanggaran. Ia pun dijerat Pasal 158 juncto Pasal 160 UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

Simak juga Video: Pesan Tersirat Jokowi Untuk Keluarga Korban Tambang Ilegal Sumbar

[Gambas:Video 20detik]



(azh/rak)