Polda Kaltara Diminta Usut Dugaan Bisnis Narkoba Oknum Polisi Bos Tambang Emas

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 10:57 WIB
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar bicara terkait kasus penyelundupan sabu di Pangandaran.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Oknum polisi Briptu Hasbudi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), diciduk atas perkara menjalankan bisnis tambang emas ilegal. Namun, saat dilakukan penggeledahan, ada dugaan bisnis pengiriman ilegal narkoba.

Dirnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar mengatakan pihaknya telah memerintahkan Polda Kaltara mengungkap dugaan tersebut. Pihaknya juga tengah berkoordinasi atas kasus ini.

"Seketika berita ini viral, saya sudah memberikan perintah kepada Dirresnarkoba Polda Kaltara untuk kordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Kaltara guna melakukan pengembangan terhadap pengungkapan kasus tersangka Briptu HSB," kata Krisno kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

"Tentang kemungkinan keterlibatan tersangka dalam perkara peredaran gelap narkoba," tambahnya.

Krisno mengatakan, dalam dugaan tersebut, belum ada titik temu yang pasti. Dia menyebut Polda Kaltara masih dalam proses penyelidikan.

"Sejauh ini belum, teman-teman Ditresnarkoba Polda Kaltara masih bekerja," ujarnya.

Diketahui, oknum polisi bernama Briptu Hasbudi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), diciduk atas perkara menjalankan bisnis tambang emas ilegal. Bos tambang tersebut diringkus saat berusaha menghilangkan barang bukti atas perkara yang menjeratnya.

Briptu Hasbudi ditangkap pada Kamis (5/5) sekitar pukul 12.15 Wita di Bandara Tarakan. Pelaku diamankan bersama tersangka lainnya bernama Muliadi saat berusaha melarikan diri.

"Tersangka (Briptu) Hasbudi dan Muliadi alias Adi, hari ini diamankan sekitar pukul 12.15 Wita di Bandara Tarakan," ungkap Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Kamis (5/5).

Polisi Selidiki Dugaan Pengiriman Narkoba

Atas temuan dugaan bisnis pengiriman barang ilegal pada penggeledahan di rumah tersangka, pihaknya langsung turun melakukan pengecekan di Pelabuhan Malundung Tarakan. Pasalnya ada dugaan pengiriman barang secara ilegal diselipkan narkoba.

"Karena ada informasi bahwa di dalam baju bekas itu ada diselipkan narkoba. Sehingga kami turunkan anjing K-9 bantuan dari Bea-Cukai," urai Hendy.

Kini Briptu Hasbudi telah ditahan di Polda Kaltara guna penyelidikan lebih lanjut atas temuan-temuan pelanggaran. Ia pun dijerat Pasal 158 jo Pasal 160 UU No. 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

(azh/dwia)