ADVERTISEMENT

5 Kali Jokowi Ingatkan Sense of Crisis ke Menteri: Pandemi-Perang di Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 08:11 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Setpres

16 Juli 2021

Presiden Jokowi memberikan arahan terkait komunikasi publik para menteri. Jokowi saat itu meminta komunikasi publik harus menimbulkan ketenangan.

"Yang berkaitan dengan komunikasi publik itu yang menimbulkan optimisme, yang menimbulkan ketenangan. Karena terus terang saja, masyarakat ini khawatir mengenai COVID-19 yang naik terus, kemudian kematian tinggi, kemudian juga yang berkaitan dengan urusan makan, urusan perut ini hati-hati," kata Jokowi dalam rapat terbatas pada Penanganan Pandemi COVID-19 (Evaluasi PPKM Darurat), Jumat (16/7), di Istana Merdeka, Jakarta seperti dikutip dari situs Setkab, Minggu (18/7/2021).

Jokowi meminta jajarannya lebih sensitif. Dia tidak ingin masyarakat frustrasi akibat kesalahan kebijakan pemerintah.

"Jangan sampai di antara kita ini tidak sensitif terhadap hal-hal seperti ini. Jangan sampai masyarakat frustrasi gara-gara kesalahan-kesalahan kita dalam berkomunikasi, kesalahan-kesalahan kita dalam menjalankan sebuah policy," ucapnya.

18 Juni 2020

Jokowi pernah marah saat membuka sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020. Video kemarahan ini diunggah pada 28 Juni 2020. Dalam video itu, Jokowi langsung membuka pidatonya dengan nada tinggi.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa nggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi.

Dia mengatakan suasana dalam 3 bulan belakangan ini dan ke depan merupakan suasana krisis. Untuk itu, dia meminta semua menteri dan pimpinan lembaga negara juga merasakan bekerja dalam suasana krisis. Namun dia merasa masih ada bawahannya yang bekerja seolah-olah kondisi normal.

"La, kalau saya lihat Bapak-Ibu dan Saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya," tuturnya.

Jokowi pun mengingatkan sudah banyak lembaga internasional yang memprediksi ekonomi dunia akan turun cukup dalam. Dia meminta agar hal itu diwaspadai, bukan malah diabaikan.

Jokowi pun memerintahkan jajaran kabinet untuk kerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Dengan tegas, Jokowi akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, Bapak-Ibu tidak merasakan itu sudah," ujarnya.

Jokowi menyebut dia juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah penting untuk memerangi virus Corona.


(maa/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT