ADVERTISEMENT

5 Kali Jokowi Ingatkan Sense of Crisis ke Menteri: Pandemi-Perang di Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 08:11 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Setpres

28 April 2022

Jokowi sempat menyampaikan terkait sense of crisis kepada jajarannya dalam mengantisipasi situasi krisis yang penuh ketidakpastian. Pernyataan Jokowi itu disampaikan beberapa hari lalu, tepatnya saat peresmian pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan nasional, seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/4). Jokowi awalnya berbicara mengenai situasi ekonomi dan politik global.

"Pandemi belum sepenuhnya berakhir, beberapa negara masih bergulat menekan penyebaran COVID-19. Bahkan masih melakukan lockdown, kemudian terjadi gangguan supply chain yang dampaknya ke mana-mana. Belum lagi dunia yang dihantam perang antara Rusia dan Ukraina yang memunculkan krisis energi dan krisis pangan," kata Jokowi.

Situasi itu, kata Jokowi, menyebabkan inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan. Jokowi mencontohkan tingkat inflasi di Turki dan Amerika yang lebih tinggi dari biasanya.

Jokowi berharap semua pihak dapat menghitung secara cermat saat membuat kebijakan untuk mengantisipasi krisis. Jokowi mengingatkan semua pihak siap jika krisis berlanjut sampai tahun depan.

Karena itu lah, Jokowi mengingatkan tentang pentingnya sense of crisis. Jokowi meminta perencanaan yang baik dalam semua kebijakan.

"Hati-hati semuanya, semua kita harus memiliki sense of crisis, jangan seperti biasanya, jangan business as usual, hati-hati, sense of crisis, harus ada di kita semuanya. Sehingga kita harus ada perencanaan yang baik, harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini," ujar Jokowi.

5 April 2022

Pada bulan yang sama, beberapa minggu sebelumnya, Jokowi sempat menyinggung komunikasi publik para menteri yang dinilai tidak memiliki sense of crisis. Kala itu, Jokowi meminta jajarannya memiliki empati terhadap kesulitan rakyat.

Dalam sidang kabinet paripurna yang digelar Selasa (5/4), Jokowi menegur para menteri yang tidak peka terhadap dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok dan Pertamax. Jokowi meminta para menteri menceritakan alasan kenaikan agar bisa berempati.

"Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat," kata Jokowi seperti dalam video yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4).

Jokowi menyoroti kenaikan harga Pertamax dan menyinggung soal kenaikan harga yang alasannya tidak diceritakan kepada rakyat. Jokowi meminta menterinya memiliki empati terkait masalah ini lantaran selama ini tidak ada penjelasan terkait masalah kenaikan harga energi ini.

"Ada empati kita gitu loh. Nggak ada. Yang berkaitan dengan energi nggak ada. Itu yang namanya memiliki sense of crisis yang tinggi," ungkapnya.

Jokowi memperingatkan kabinetnya bisa dianggap tidak bekerja jika hanya diam saja. Apalagi jika tidak ada pernyataan dari menteri terkait.

"Kalau kerja nggak detail, kerja nggak betul-betul dilihat dan kita diem semuanya, nggak ada statement, dianggap kita ini nggak ngapa-ngapain atau nggak kerja," tegasnya.

Simak pernyataan Jokowi lainnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT