Gerindra DKI: Penamaan JIS Tak Salah, tapi Bisa Dibuat 2 Bahasa

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 07:19 WIB
PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif berpendapat penamaan Jakarta International Stadium (JIS) tidak salah. Namun, dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat nama JIS ke dalam 2 bahasa agar tidak melanggar aturan perundang-undangan.

"Penamaan JIS juga tidak salah, hanya supaya lengkap bisa dibuat 2 bahasa. JIS dan Stadion Internasional Jakarta," kata Syarif saat dihubungi, Senin (9/5/2022).

Syarif menjelaskan lebih lanjut mengapa Pemprov DKI Jakarta perlu memberikan nama stadion baru tersebut ke dalam 2 bahasa. Dia sependapat dengan Alvin Lie terkait adanya aturan wajib untuk menamakan sebuah tempat atau lokasi ke dalam bahasa Indonesia.

"Saya sependapat dengan Alvin Lie, karena rujukannya jelas ada di UU 24/2009 Pasal 36 ayat 2 dan Perpres 63/2009. Di situ jelas menyebut 'wajib', kewajiban kepala daerah salah satunya yang pokok kan melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku," ucapnya.

Meski begitu, dia mengungkap persoalan JIS ini bisa menjadi pembelajaran yang menarik bagi semua pihak. Dia menyebut persoalan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia sudah jelas diatur dalam undang-undang.

"Ini pembelajaran yang menarik ini, soal kewajiban penggunaan bahasa Indonesia untuk penyelenggara negara, kecuali ada pengecualian, tapi sepanjang yang saya yang awam soal undang-undang. Soal ini sudah jelas," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.