Gagalkan 9 Begal, Prajurit TNI Sempat Kejar Pelaku hingga Dilempar Batako

Mulia Budi - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 21:17 WIB
Prada Ardian Sapta Savela, prajurit TNI yang tangkap begal di Jakarta Selatan.
Prada Ardian Sapta Savela (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Dua prajurit TNI dari Batalion Arteleri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 10/ABC nyaris menjadi korban pembegalan di kawasan Jakarta Selatan. Kedua anggota TNI itu juga sempat saling menendang dengan begal hingga dilempari batako.

Salah satu prajurit TNI korban begal tersebut, Prada Ardian Sapta Savela, mengatakan pelaku sempat memintanya menyerahkan barang berharga. Ardian dan rekannya awalnya dipepet pelaku begal saat pergi membeli kebutuhan logistik.

"Cuman ngomong, 'gua begal, keluarin semua' posisi masih di atas motor (begalnya)," kata Prada Ardian saat ditemui di Yonarhanud 10/ABC, Senin (9/5/2022).

Dia bersama rekannya, Prada Junior Noval, sempat dilempari batu besar oleh pelaku begal. Namun lemparan batu tersebut meleset.

"Setelah itu, kendaraan mulai menggiring kami ke pinggir, kami berhenti agar ada jarak dari kami sama mereka. Setelah itu nggak tahunya yang di depan sudah menyiapkan batu, ukuran besar, di situ kita dilempar, sempat menghindar," ujarnya.

"Ukuran batunya paving block, gede, karena tujuannya untuk melumpuhkan kami ketika kami masih di atas motor, dikenakan (dilempar) mungkin biar kita jatuh," tambahnya.

Dia mengatakan batu tersebut dikeluarkan pelaku begal dari dalam jaketnya. Batu itu dilempar oleh pelaku yang menghadang jalan di depan Prada Ardian dan Prada Junior.

"Dia keluarin batako tersebut dari dalam jaketnya yang berboncengan tiga. Sudah disiapkan di dalam jaket batako tersebut," ucapnya.

Dua prajurit TNI, Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela, yang jadi korban dan menangkap begal di Kawasan Jakarta Selatan.Dua prajurit TNI, Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela, yang jadi korban dan menangkap begal di kawasan Jakarta Selatan. (Mulia Budi/detikcom)

Dia menyebutkan sembilan pelaku itu menaiki tiga motor. Tiap motor ada yang berboncengan tiga orang, ada yang empat orang, dan ada yang dua orang.

"Kalau jumlah semua 9 (pelaku), yang 9 itu terdiri dari 3 motor. Ada yang berbonceng 4 ada yang berbonceng 3. Kalau tidak salah, karena tidak terlalu memfokuskan mereka karena yang kita fokuskan yang mepet tadi, itu yang Vario 4 (orang), yang Beat 3 (orang), yang mepet kami 2 (orang), yang melempar itu dari Beat," paparnya.

Prada Ardian mengatakan, saat dia dan Prada Junior berusaha melakukan pengejaran, para pelaku melarikan diri secara terpisah. Setiap motor pelaku menuju arah jalan yang berbeda.

"Mereka menuju arah Gandaria, tapi mereka mulai berpencar dari situ. Satu motor menuju ke Taman Barito atau Taman Puring, satu motor lagi menuju ke belok ke kiri di Mal Gandaria depan Mal Gandaria tapi jalan yang satu arah dia belok ke kiri, setelah itu kami kejar yang satu motor lagi yang kita mungkin CC-nya sepadan dengan motor kami," jelasnya.

Singkat cerita, Prada Ardian dan Prada Junior berhasil menangkap satu pelaku bernama Muhammad Rizky.

Namun pelaku Rizky sempat menyangkal perbuatannya. Dia menyebut Rizky bahkan sempat bersumpah memakai kata 'demi Allah' untuk meyakinkan pemotor yang lewat.

"Ada kendaraan motor lewat, waktu itu satu motor, bertanya 'ada apa?' karena di situ kan nggak ribut ya di tempatnya terus kita bilang, 'begal ini', 'gua bukan begal,' sampai demi Allah," kata Ardian.

Setelah itu, Prada Ardian dan Prada Junior bersama pemotor yang melintas membawa Rizky ke kantor polisi.