Kandidat Hoegeng Awards 2022

Kesaksian Warga soal Vaksinasi Blusukan ala Irjen Fadil Imran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Mei 2022 19:51 WIB
Warga Antusias mengikuti vaksinasi di Gerai Vaksinasi Merdeka
Gerai Vaksinasi Merdeka (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Nama Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, diusulkan warga sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 oleh salah satu pembaca detikcom Ivanna Susanto (29). Pada formulir online di tautan https://dtk.id/hoegengawards, Ivanna menceritakan pengalamannya yang semula kesulitan mencari tempat vaksinasi COVID-19 dosis 2, lalu akhirnya merasa terbantu dengan hadirnya Gerai Vaksinasi Merdeka di dekat rumahnya. Berikut kesaksian Ivanna soal Irjen Fadil Imran:

Sekitar akhir September 2021, saya kelimpungan banget nyari tempat vaksin kedua. Saya ketika itu tinggal di Mekarsari, Depok. Saya cari tempat vaksin kedua di PeduliLindungi sama JAKI, browsing-browsing nggak dapat-dapat, nggak ada kuotanya di tempat-tempat dekat rumah saya.

Di tempat yg jauh dari rumah saya juga nggak pasti ada kuotanya apa nggak. Sempat malas vaksin, sampai jarak vaksin pertama dan kedua itu lama. Sempet ilfeel karena ngerasa ribet banget sih mau vaksin aja.

Terus saya denger di deket rumah saya ada gerai vaksin, dan pas saya tanya ke polisi, bener ada vaksin di deket rumah saya, ada dua di kantor RW sama semacam di balai pertemuan warga.

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

Akhirnya saya pilih vaksin yang di balai pertemuan. Saya pun akhirnya tau vaksin di deket rumah saya namanya Vaksinasi Merdeka yang diadain Kapolda Metro Jaya. Menurut saya programnya inovatif.

Bayangin kalau dari awal satu Indonesia di setiap balai pertemuan warga/balai RW-nya ada tempat vaksin, pasti lebih cepat kejar target herd immunity. Gak perlu jauh-jauh seperti ke GBK, ke GOR-GOR yang antre berjam-jam.

Programnya simple, tapi mengena, tepat sasaran menurut saya. Sejak itu saya follow IG Kapolda dan ternyata dia juga wadahin orang-orang balap liar dengan program balapan di Ancol. Menurut saya Kapolda Metro inovatif dan ide-idenya benar-benar langsung terasa manfaatnya di masyarakat luas.

detikcom menghubungi Ivanna untuk menggali lebih dalam ceritanya. Ivanna mengaku tak mengenal secara pribadi Irjen Fadil Imran.

"Jujur saja saya kurang tertarik ya untuk urusan yang terkait polisi. Karena ya mungkin yang ada di pikiran saya seperti stigma kebanyakan orang ke polisi. Mungkin akun Instagram polisi yang pertama kali saya follow ya Kapolda Metro Jaya," kata Ivanna kepada detikcom, Jumat (6/5/2022).

Ivanna mengaku kagum kepada sosok Irjen Fadil. Ivanna mengistilahkan program Vaksinasi Merdeka sebagai vaksinasi dengan cara blusukan.

"Awal-awal vaksin masuk Indonesia saja saya sudah susah. Mau vaksin, tapi kemana? Saya ini kan KTP Jogja, tinggal di Depok, sementara awal-awal vaksinasi dosis 1 itu tempat-tempatnya yang buat umum kayak kebanyakan di Jakarta. Vaksin dosis 1 saya di Kodam Jaya," cerita Ivanna.

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

"Vaksinasi kedua ini kan dikasih rentang waktu tertentu kan. Makanya saya mau nggak mau harus vaksin karena aturan Pemerintah, ke mall saja harus ada bukti vaksin, repot juga Kalau nggak vaksin lengkap. Saat itu, buat saya cari tempat vaksin susah. Makanya bagus konsep vaksin blusukan ke RW-RW kayak gini," sambung dia.

Ivanna mengaku dirinya sangat senang saat tahu ada dua gerai vaksin yang jaraknya sangat dekat dengan rumahnya, meskipun tempatnya sederhana. Ivanna mengatakan prosesnya pun cepat.

"Cepat kok. Saya cuma diminta KTP, lalu disuruh nunggu sekitar 10 menitan, waktu itu ada polisi yang standby di tempat vaksin, Pak Rudi namanya. Katanya Binmas. Saya disuntik lalu disuruh tunggu observasi. Nggak sampai sejam," ucap Ivanna.

"Coba Kalau saya harus ke tempat vaksin yang di mal-mal, GBK atau kantor-kantor pemerintah gitu. Pertama sudah habis waktu di jalan, belum lagi antrenya, pulangnya lama lagi, macet. Sementara di rumah, ada yang harus saya urus," sambung dia.

Ivanna pun berharap semakin banyak polisi yang memperhatikan warganya dan menciptakan program-program yang dekat dengan masyarakat. Ivanna menuturkan sepulang vaksinasi di Gerai Vaksinasi Merdeka, dia lalu mencari tahu terkait program ini.

"Makanya saya bagus banget loh programnya, dekat dengan kita, bermanfaat dan membantu warga yang sibuk, yang nggak punya waktu banyak. Karena kita tinggal datang ke kantor RW, ke balai warga. Harusnya polisi banyakin program-program blusukan kayak gini," ungkap Ivanna.

Gerai Vaksinasi Merdeka di Penjaringan JakutGerai Vaksinasi Merdeka di Penjaringan Jakut (Rakha/detikcom)

"Saya kepoin juga akhirnya vaksinasi blusukan ini di internet. Di berita-berita online ternyata sampai ke kampung-kampung nelayan di Utara sana blusukannya, petugasnya anak-anak supporter The Jak. Jadi ikut memberdayakan juga vaksinasi blusukannya Bapak Kapolda," tambah Ivanna.

Dia pun mengaku akhirnya tahu program-program Irjen Fadil Imran lainnya seperti merangkul pelaku balap liar untuk dibina dan diarahkan menjadi pebalap profesional. "Saya ikutin yang terakhir, ramai juga di berita kan, yang dia (Irjen Fadil Imran) sama orang-orang yang suka balapan liar di jalanan, sama dia disuruh balapan di Ancol."

Artikel ini adalah bagian dari rangkaian acara Hoegeng Awards 2022. Polisi yang diceritakan dalam artikel ini merupakan salah seorang yang diusulkan pembaca sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. Pembaca detikcom bisa mengusulkan anggota polisi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 melalui link berikut ini: Hoegeng Awards 2022.

(aud/tor)