PSI Minta Pemprov DKI Tingkatkan Alarm Kewaspadaan soal Hepatitis 'Misterius'

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 04 Mei 2022 12:46 WIB
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

PSI meminta Pemprov DKI Jakarta meningkatkan alarm kewaspadaan untuk mengatasi penyebaran penyakit hepatitis akut yang belum diketahui sumbernya. Sebab, penyakit misterius itu sudah memakan korban usia anak di Jakarta.

"Kita harus nyalakan alarm kewaspadaan lagi karena WHO pun sudah menetapkan meningkatnya kasus hepatitis akut ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Belajar dari pengalaman, jangan lagi meremehkan penyakit yang baru menyebar, apalagi kali ini sasarannya anak-anak," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo kepada wartawan, Rabu (4/5/2022)

Ketua Fraksi PSI ini mengatakan peran Dinas Kesehatan DKI Jakarta sangat penting dalam mengantisipasi lonjakan kasus tersebut. Dinkes DKI diminta berperan aktif menelusuri titik awal penyebaran.

"Dinkes DKI Jakarta harus segera berkoordinasi intens dengan Kemenkes untuk melakukan investigasi dan tracing agar dapat menemukan titik penyebaran awalnya," ujarnya.

Menurut Anggara, sosialisasi melibatkan pengurus wilayah seperti RT/RW juga cukup penting. Dia ingin materi edukasi terkait penanganan penyakit tersebut dibuat jelas.

"Sosialisasi juga penting dilakukan sampai ke masyarakat. Bisa libatkan pengurus RT, RW, atau kader PKK. Namun materi yang disebarkan harus dibuat sejelas mungkin. Kita tentu tidak mau membuat panik masyarakat, yang baru mau bebas dari pandemi COVID-19," imbuhnya.

Sebelumnya, Kemenkes meningkatkan kewaspadaan terkait kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, tiga anak dilaporkan meninggal dengan dugaan hepatitis akut.

Ketiga anak yang meninggal dirawat di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Ketiganya meninggal dalam rentang 2 pekan hingga 30 April 2022.

"Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat," tulis Kemenkes dalam siaran pers, Minggu (1/5).

Pasien mengalami gejala sebagai berikut:

Mual
Muntah
Diare berat
Demam
Kuning
Kejang
Penurunan kesadaran

Kemenkes saat ini tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kematian tiga anak tersebut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI akan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Simak Video 'Hepatitis Akut Misterius Masuk RI, IDAI Ingatkan Gejala dan Cara Pencegahan':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/imk)