Korban Gempa Jangan Diberi 'Akan'

Butuh Makan

Korban Gempa Jangan Diberi 'Akan'

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 13:31 WIB
Klaten - Butuh makan, kok malah diberi "akan". Pemerintah diminta bekerja, bukan hanya mengucapkan kata "akan dibantu" atau "akan diperhatikan".Korban gempa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah menjerit kelaparan.Anggota DPR asal FKB Mufid Rahmat pun meminta pemerintah harus bertindak lebih cepat dan fokus dalam menangani bencana gempa di Klaten.Dia menyayangkan sikap pemerintah yang masih berkutat pada kebijakan "semuanya serba akan"."Akan dibantu, akan diperhatikan, dan sebagainya. Penderitaan korban terus menumpuk, tidak cukup dijawab dengan kata 'akan'. Mereka lapar, sakit dan tidak memiliki tempat berteduh, lebih-lebih sering turun hujan," cetusnya saat ditemui di Posko Warga NU di Wedi, Klaten, Rabu (31/5/2006)."Pemerintah tidak boleh membiarkan korban mengais pangan di sepanjang jalan. Ini kesalahan besar. Dalam kondisi darurat, pemerintah perlu membuat skala prioritas sektor mana saja yang bisa digarap masyarakat dan sektor mana yang harus ditangani pemerintah," ujarnya.Termasuk salah satu prioritas yang harus segera ditangani pemerintah, menurut Mufid, adalah menangani kerusakan bangunan sekolah. Dalam sebulan pascagempa, pemerintah harus menjamin proses pendidikan berjalan lancar."Tangani trauma anak-anak dan kalau mungkin ada model pembelajaran alternatif di tengah suasana duka," usulnya.GP Ansor Wajib TerjunMufid yang juga Ketua GP Ansor Jateng meminta seluruh anggotanya wajib turun ke lokasi gempa untuk membatu korban.Untuk memudahkan koordinasi, GP Ansor Jateng telah membuka posko di daerah bencana bersama warga NU di lokasi gempa di Wedi, Klaten."Ansor Jateng menghimpun bantuan lalu didistribusikan kepada korban melalui posko di Klaten," kata Mufid.Selain itu diinstruksikan juga mengirim relawan dengan kualifikasi tenaga medis, tukang kayu dan tukang batu, serta tenaga pembantu tukang, seperti yang pernah dilakukan untuk korban tsunami di Aceh. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads